Ini Kesaksian Para Perwira Pernah Ikut Latihan Gila Kopaska

0
2066
Latihan Kopaska TNI AL 2
Latihan Kopaska TNI AL 2

DimasBagus.com – Belakangan Pasukan Komando Katak () sedang disorot publik. Pasukan elit Angkatan Laut (AL) ini dilibatkan dalam pencarian AirAsia QZ8501 yang jatuh di Selat Karimata, Perairan Pangkalanbun, Kalimantan Tengah, Minggu (28/12) lalu. Namun dibalik tugas yang sedang diemban oleh para pasukan elit ini, ternyata ada cerita dari kesaksian para perwira yang pernah ikut . Oleh karena itu jangan heran bila panglima TNI menginstruksikan para pasukan elit ini untuk terjun membantu mencari AirAsia yang hilang.

Dikerahkannya Kopaska dalam pencarian AirAsia ini bukan tanpa alasan. Kopaska dipilih terjun langsung dalam evakuasi lantaran dianggap sudah terlatih beroperasi di dalam laut.

Latihan Kopaska TNI AL. ©buku 50 Tahun Emas Satuan Komando Pasukan Katak
Latihan Gila Kopaska . ©buku 50 Tahun Emas Satuan Komando Pasukan Katak

Kondisi lokasi pencarian QZ8501 itu memang beberapa hari ke belakang tak bersahabat. Cuaca buruk tentu tak bisa ditembus oleh Basarnas atau pasukan TNI AL biasa.

Baca juga:  Makin Bertaring, Ini Tampang Panser Anoa dengan RCWS Buatan Norwegia

Untuk menjadi Kopaska tentu tidaklah mudah. Untuk menjadi personel pasukan katak yang tangguh, proses pendidikannya ternyata dilaksanakan tak kenal ampun. Segala macam atribut maupun tanda kepangkatan yang sebelumnya sudah dipakai harus dicopot. Bahkan nama asli dibuang dan harus pakai nama sandi.

“Dalam pendidikan, setiap siswa benar-benar dibuat nol. Dengan demikian diharapkan mereka akan mampu bertugas dan melaksanakan misi secara profesional tanpa pandang bulu,” kata Komando Satkopaska Armada Barat, Kolonel Laut (P) Ribut Eko Suyatno.

Latihan Gila Kopaska

Seperti dikutip dari buku 50 Tahun Emas Satuan Komando Pasukan Katak, nyawa juga menjadi taruhan untuk menjadi Kopaska. Hal tersebut diceritakan oleh Gubernur TNI AL Laksamana Muda Herry Setianegara. Dirinya mengaku pernah mengikuti latihan sadis dan mematikan Kopaska, yakni Hellweek. Setiap calon Paska tak pernah diberi tahu kapan rangkaian Hellweek akan dimulai. Bisa saja tiba-tiba saat mereka belajar di kelas, atau saat tidur terlelap.

“Saya tak bakal lupa itu. Apalagi pada tahap akhir prosesi saya hampir saja kehilangan nyawa,” kenang Herry.

Herry bercerita, pada tahap akhir latihan gila Kopaska yang disebut Hellweek ini, para personel baru disimulasikan melakukan misi penyerangan ke sebuah target di kawasan Jakarta Utara. Misi itu dilakukan dengan cara berenang dan menyelam menuju sasaran.

Baca juga:  Bekerja Secara Multitasking Bikin Tidak Produktif dan Kurang Fokus!?

Di tengah-tengah rute, instruktur akan memasang perahu karet dengan kondisi terbalik sebagai tempat beristirahat para pasukan. Namun kapasitas perahu yang terbatas harus memaksa para personel untuk berdesak-desakan dan berebut nafas.

“Saya kebetulan datang paling akhir di perahu, sehingga otomatis sudah tak kebagian tempat. Padahal waktu itu sudah cukup kelelahan. Tubuh saya sempat meluncur ke dasar laut namun beruntung akhirnya ditarik oleh instruktur yang bersiaga,” sambung Herry.

Dalam proses latihan Hellweek itu, hal yang paling berkesan bagi Herry adalah sempat merasakan nikmatnya makan Nasi Komando. Nasi komando adalah hasil blenderan nasi, lauk pauk, telur mentah, minyak ikan dan terasi. Makanan ditaruh dalam satu tempat dan dimakan secara bergiliran. Jika salah satu muntah di tempat itu, maka yang berikutnya tetap harus memakan nasi komando itu sampai tandas.

Baca juga:  Smartphone Murah Untuk Selfie Dari Sony Bisa 'Diajak' Selfie Di Tempat Gelap

Sebagai pelepas dahaga, minuman yang diberikan adalah jamu brotowali. Jamu ini memang menyehatkan, tapi mungkin merupakan minuman paling pahit di dunia.

Setiap hari porsi tekanan terus ditambah hingga benar-benar memaksa seseorang untuk bertahan di titik maksimal.

Sumber: [wp_colorbox_media url=”http://www.merdeka.com/peristiwa/ini-kesaksian-para-perwira-pernah-ikut-latihan-gila-kopaska.html” type=”iframe” hyperlink=”Merdeka”]