Pernyataan Arogan Burhanuddin Muhtadi yang Menyalahkan KPU Jika Prabowo Menang Membuatnya Diprotes

0
206
Burhanuddin Muhtadi Salahkan KPU dengan sikap arogan
Burhanuddin Muhtadi Salahkan KPU dengan sikap arogan

DimasBagus.com – Akibat pernyataan arogan yang menyalahkan KPU jika Prabowo menang membuatnya di protes oleh beberapa kalangan dan berujung akan dilaporkannya Burhanuddin ke Polisi.

Mayoritas lembaga survei memenangkan pasangan Jokowi-JK dalam hasil hitung cepat Pilpres 9 Juli lalu. Namun tidak semua, ada juga yang memenangkan pasangan Prabowo-Hatta.

Pro dan kontra pun terjadi menanggapi hasil hitung cepat yang dinilai tidak mungkin hasilnya yang berbeda ini. Baik lembaga survei yang memenangkan Jokowi-JK ataupun Prabowo-Hatta saling klaim hasil hitung cepatnya paling benar.

Direktur Eksekutif Indikator Indonesia Burhanuddin Muhtadi salah satu orang yang merasa hasil hitung cepatnya dalam memenangkan Jokowi-JK ini paling benar. Bahkan dia menyatakan jika KPU memenangkan Prabowo-Hatta dalam real count nanti, maka dia yakin hitungan KPU yang salah.

“Kalau hasil hitungan resmi KPU nanti terjadi perbedaan dengan lembaga survei yang ada di sini, saya percaya KPU yang salah dan hasil hitung cepat kami tidak salah,” kata Burhan beberapa waktu lalu.

Sontak pernyataan arogan Burhanuddin ini menuai kecaman. Berikut kecaman kepada Burhanuddin karena pernyataannya yang menyalahkan KPU jika menangkan Prabowo-Hatta:

Baca juga:  Wuaa Cantiknya Gaya Isyana Sarasvati Ini, Bikin Klepek-klepek Gan!
Fadli Zon
Fadli Zon

1. Burhanuddin bakal dipolisikan

Kubu Prabowo-Hatta merasa pihak yang paling dirugikan dengan pernyataan Burhanuddin tersebut. Sebab, Burhan dinilai dapat menyandera KPU yang saat ini sedang melakukan proses rekapitulasi suara pilpres.

Sekretaris Timses Prabowo-Hatta, Fadli Zon mengatakan pihaknya bakal melaporkan Burhanuddin ke polisi. Dia menilai pernyataan Burhanuddin telah kelewat batas karena merasa lebih benar dari KPU.

“Besok atau lusa dilaporkan. Kita juga akan laporkan beberapa pihak. Melaporkan kepada polisi adalah cara yang beradab, tidak perlu ada pengepungan dan penyerangan supaya ada pembelajaran dalam proses berdemokrasi kita,” jelas Fadli di Rumah Polonia, Jakarta, Jumat (11/7).

Jimly Asshiddiqie. 2014 merdeka.com-muhammad lutfhi rahman
Jimly Asshiddiqie. 2014 merdeka.com-muhammad lutfhi rahman

2. Burhanuddin menyaingi Tuhan

Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), Jimly Assidiqie angkat bicara soal pernyataan Burhanuddin yang menyalahkan KPU jika Prabowo-Hatta menang. Menurut Jimmly, pernyataan Burhanuddin seperti ingin menyaingi Tuhan.

Baca juga:  Serah Terima Pesawat F-16 C/D 52ID TNI AU

Dia menilai, hasil hitung cepat bisa saja salah. Kesalahan, kata dia, bersifat manusiawi. “Namanya ilmu pengetahuan terbuka untuk dikritik benar dan tidak benar ilmu ilmiah itu. Kalau mengklaim mutlak itu namanya mau menyaingi Tuhan, bisa syirik,” kata Jimly.

Jimly menegaskan, orang memang tidak boleh anti ilmu ilmiah. Namun ilmu ilmiah itu bisa juga salah, karena kebenaran hanya milik Tuhan.

“Bisa menyaingi Tuhan kalau pasti benar sebuah ilmu ilmiah,” tegas dia.

Viva Yoga Mauladi - Tempo.Co
Viva Yoga Mauladi – Tempo.Co

3. Kebenaran absolut hanya milik Tuhan

Timses Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, Viva Yoga Mauladi juga protes dengan pernyataan Burhanuddin Muhtadi itu. Menurut dia, hitung cepat lembaga survei bisa salah sebab itu produk ilmiah.

“Tidak bisa dia menuding seperti itu. Quick count itu kan hanya merupakan produk akademis dari lembaga survei,” kata Viva, Jumat (11/7).

Dia mengakui, quick count dilakukan dengan kaidah-kaidah yang ilmiah. Namun bisa saja hasil hitung cepat bisa meleset jauh dari hasil sebenarnya.

“Kebenaran yang absolut itu hanya milik tuhan. Tidak boleh ada perkataan, kalau quick count dia adalah yang paling benar,” ujarnya.

Taslim Chaniago - Kompas.Com
Taslim Chaniago – Kompas.Com

4. Burhanuddin disebut provokator

Baca juga:  Foto Hamil Tua, Christina Aguilera Tanpa Busana

Ketua DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Taslim Chaniago menilai pernyataan Burhanuddin yang menyalahkan KPU jika PRabowo menang adalah provokatif. Sebab, menang atau kalahnya capres dan cawapres ditentukan melalui penghitungan surat suara yang diperoleh saat pilpres, bukan hitung cepat.

“Tudingan Burhanuddin kalau Prabowo menang maka KPU yang salah, ini pernyataan yang tidak tepat dan provokatif,” kata Taslim.

Taslim meminta agar semua pihak bersabar untuk menunggu penghitungan manual KPU pada 22 Juli nanti.

Hasil hitung cepat Pilpres 2014 yang dilakukan Indikator menunjukkan kemenangan Jokowi-JK dengan 52,95 persen, sementara Prabowo-Hatta mendapat 47,05 persen.

Sumber: Merdeka.com