DimasBagus.com – Gerhana bulan sebagian menghiasi langit Indonesia tadi malam, pada peralihan 7 ke 8 Agustus 2017. Gerhana bulan adalah peristiwa terhalanginya cahaya matahari oleh bumi, sehingga tidak sampai ke bulan.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melansir, gerhana dimulai pukul 22.48 WIB, Senin 7 Agustus 2017. Gerhana sebagian dimulai pukul 00.22 WIB.
“Puncak gerhana terjadi pukul 01.20 WIB,” tulis laman BMKG seperti dilansir Liputan6.com, Jakarta, Sabtu (5/8/2017).
Sementara, gerhana bulan sebagian akan berakhir pada 02.18 WIB. Gerhana akan berakhir seluruhnya pada 03.52 WIB, Selasa 8 Agustus.
“Gerhana Bulan Sebagian (GBS) 7-8 Agustus 2017 yang dapat diamati dari Indonesia,” info BMKG.
Gerhana bulan merupakan salah satu akibat dinamisnya pergerakan posisi matahari, bumi, dan bulan.
Sementara gerhana bulan total akan terjadi pada 21 Agustus 2017. Namun, peristiwa ini tidak dapat diamati dari Indonesia.
Cara Melihat Gerhana Bulan
Gerhana bulan sebagian terjadi malam tadi pada 7-8 Agustus 2017, dan seluruh masyarakat Indonesia bisa melihat seluruh proses gerhana.
Gerhana penumbra akan dimulai tanggal 7 Agustus pukul 22:48 WIB dan berakhir tanggal 8 Agustus pukul 03:52 WIB.
Secara keseluruhan, gerhana bulan sebagian akan berlangsung selama 5 jam, dan Bulan akan tertutup bayang-bayang Bumi selama 2 jam.
Gerhana parsial akan dimulai saat Bulan memasuki bayang-bayang Bumi pada pukul 00:22 WIB dan berakhir pukul 02:18 WIB.
Bagi yang penasaran, kamu bisa melihatnya dengan mata telanjang dan tidak berbahaya untuk mata.
Meski parsial, kita tetap bisa menikmati sensasi saat bulan “dimakan” sebagian seperti biskuit.
Meski sudah lewat, tapi nggak ada salahnya kita berikan beberapa tips cara melihat gerhana bulan buat kamu yang mau melek semaleman.
1. Pastikan “timing” yang tepat untuk melihat Gerhana Bulan Sebagian
Bagi kamu yang tinggal di pulau Sumatera, Jawa, dan Kalimantan, gerhana bisa disaksikan mulai pukul 00.23 hingga 02.18 WIB.
Sedangkan di Bali, Sulawesi, dan Nusa Tenggara, gerhana akan dimulai pukul 01.23 hingga 03.18 WITA.
Sementara di Papua dan Maluku, gerhana terjadi mulai pukul 02.23 hingga 04.18 WIT.
2. Gunakan teleskop, binokular, atau lensa tele
Para astronom menggunakan teleskop agar objek terlihat lebih jelas dan dekat.
Kalau tak punya kamu masih bisa pakai binokular atau teropong jarak jauh.
Kalau sekalian mau mengabadikan momen langka ini, kamu bisa memotrenya dengan kamera yang dilengkapi lensa telephoto.
3. Pastikan baterai kamera dan gadget terisi penuh
Bagi fotografer profesional, pasti tak lupa untuk mempersiapakan baterai dalam kondisi full charge bahkan dengan baterai cadangan.
Kalau membawa smartphone, kamu harus menyiapkan semua baterai gadget sedari malam.
Kalau perlu kamu bisa membawa powerbank yang juga terisi penuh. Karena menyaksikan fenomena ini kamu perlu begadang sampai fajar tiba.
4. Nonton di rooftop
Bagi kamu yang tinggal di dataran tinggi, kamu bisa menontonnya dari bukit agar terlihat lebih greget.
Kalau kamu tinggal di perkotaan, kamu bisa bersantai di rooftop bangunan yang tinggi.
Asyik, bukan?
5. Streaming di YouTube
Mager keluar rumah? Nggak cuma sepakbola, fenomena alam sekarang ini juga bisa diliha secara live streaming.
Jadi bagi kamu yang gak ingin melewatkannya, live streaming bisa jadi alternatifnya,
Selengkapnya di Tribun Style…
Leave a Comment