Leopard Merusak Jalan? Direktur Rheinmetall: Oh, Tidak!

0
317
Tank Leopard tampak depan dengan roda berantai dan berbantal karet
Tank Leopard tampak depan dengan roda berantai dan berbantal karet

DimasBagus.com – Anggapan bahwa Leopard yang berbobot 62 ton akan merusak kondisi jalan dan jembatan ditepis oleh Managing Director Rheinmetall Landsysteme, Harald Westerman. Dengan teknologi, beban 62 ton akan dibagi dalam banyak titik, sehingga beban per 1 cm persegi hanya 0,69 Kg, maka anggapan tank bisa ditepis.

Managing Director Rheinmetall Landsysteme, Harald Westerman
Managing Director Rheinmetall Landsysteme, Harald Westerman

“Beban ini lebih ringan dibanding beban sepatu hak tinggi yang dipakai seorang perempuan,” kata Harald Westerman memberikan perbandingan serius terkait beban tanka Leopard. Penjelasan ini disampaikan Westerman seusai penyerahan simbolis dan Marder tahap pertama di pabrik Rheinmetall, Unterluss, Jerman, Senin (23/6/2014) sore.

Pembagian beban Leopard yang hanya 0,69 kg per 1 cm persegi terjadi karena Leopard menggunakan roda rantai yang bisa membagi beban dalam banyak titik. Beban per cm persegi ini akan semakin berkurang tatkala Leopard dalam keadaan bergerak. Semakin Leopard bergerak lebih cepat, maka beban terhadap permukaan akan semakin kecil.

Baca juga:  Inilah Wujud Tank Leopard 2 RI Indonesia

Karena itu, Westerman membantah keras anggapan bahwa Leopard tidak cocok digunakan di Indonesia karena bisa merusak jalan raya dan jembatan sebagaimana yang disampaikan capres nomor 2 Joko Widodo (Jokowi) dalam debat Capres pada Minggu (22/6/2014). Menurut dia, tank Leopard cocok digunakan di berbagai medan, termasuk di Indonesia. Leopard tidak akan membuat jalan beraspal maupun tanah ambles. “Hanya di rawa saja Leopard tidak bisa digunakan,” kata dia.

Baca juga:  Berapa Keuntungan Kim Kardashian dari Foto Bugilnya?
Dirut PT Pindad Sudirman Said Saat Menjajal Tank Leopard
Dirut PT Sudirman Said Saat Menjajal Tank Leopard

detikcom bersama Dirut PT Pindad Sudirman Said mendapat kesempatan menjajal tank Leopard di lahan uji coba di pabrik Rheinmetall sekitar 20 menit. Leopard dipacu dengan kecepatan rendah kemudian meninggi sekitar 60 KM/jam di jalan berpaving blok, jalan tanah, jalan beraspal dan jalan berumput. Leopard juga bermanuver di jalan agak meninggi dan menurun. Di semua permukaan jalan itu, Leopard tidak merusak jalan berpaving blok dan aspal. Leopard juga tidak ambles di jalan tanah maupun jalan berumput.

Tank Leopard tampak depan dengan roda berantai dan berbantal karet
Tank Leopard tampak depan dengan roda berantai dan berbantal karet

Pemantauan detikcom, roda rantai Leopard juga dilapisi bantalan karet, sehingga yang bergesekan dengan permukaan jalan adalah bantalan karet, bukan baja. Bantalan karet di roda berantai ini juga yang mengakibatkan jalan permukaan keras aman-aman saja.

Baca juga:  Trend Selfie Underboob Yang Heboh dan Dicekal!

Sebelumnya Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menegaskan bahwa Leopard merupakan tank berat yang sangat dibutuhkan dalam sistem pertahanan Indonesia. “Leopard sangat penting untuk operasi perang,” kata Sjafrie.

Tank Leopard tampak samping
Tank Leopard tampak samping

Dia menjelaskan pengadaan yang diputuskan pemerintah sudah mempertimbangkan dua misi operasi dalam pertahanan, yaitu operasi militer perang dan operasi militer nonperang. Pengadaan F-16 untuk AU dan kapal selam untuk AL juga bertujuan untuk operasi militer perang.

Sumber: Detik