Buat yang Bilang “10 Tahun Lalu Sukhoi Ngapain Aja!?”

0
512
Sukhoi TNI AU
Sukhoi TNI AU

DimasBagus.com – Beberapa waktu yang lalu heboh berita tentang penyergapan pesawat asing oleh jet tempur Sukhoi TNI AU. Namun, diantara hebohnya berita soal penghadangan pesawat asing oleh jet tempur TNI AU, ternyata banyak yang bilang

“10 Tahun lalu Sukhoi ngapain aja!?”

Saya heran, kenapa sampai ada tanggapan seperti itu. Apakah mungkin mereka menganggap di era Jokowi lah Sukhoi kita baru bisa beraksi, bisa tegas, bisa menyergap menghadang pesawat asing yang mencoba melintas di udara Indonesia tanpa izin?. Dengan kata lain mungkin bagi mereka SBY yang tentara aja masa kalah tegas dengan Jokowi, ga bisa apa-apa!.

Sukhoi Kita Ngapain Aja
Sukhoi Kita Ngapain Aja

Hmmmm, mereka yang bicara seperti itu mungkin sudah terkena efek Jokowi, efek pencitraannya dan efek media yang pro Jokowi. Sebenarnya jika dilihat jauh sebelum SBY memimpin, ketika Indonesia sekarat akan Alutsista terutama TNI AU, dengan Alutsista yang cukup prihatin, TNI AU tetap gagah berani bertugas dengan tegas menghadang menyergap pesawat asing yang masuk ke dalam wilayah Indonesia tanpa izin.

Beberapa diantaranya adalah insiden bawean tahun 2003, dimana saat itu 2 jet tempur F-16 TNI AU menghadang 5 konvoi pesawat asing yang dantaranya terdapat jet tempur F-18 Amerika. Meskipun 2 jet tempur F-16 TNI AU terlihat tidak sepadan melawan 2 F-18 Hornet Amerika, namun TNI AU tetap berani menghadang. Namun, kegagahan dan keberaniannya saat itu tidak dilihat dan dipandang oleh masyarakat awam saat ini dengan berkata “10 Tahun lalu Sukhoi kita ngapain aja!?”.  Selengkapnya: [wp_colorbox_media url=”https://id.berita.yahoo.com/blogs/newsroom-blog/pencegatan-jet-tempur-amerika-oleh-tni-au-054451267.html” type=”iframe” hyperlink=”Yahoo”].

Baca juga:  Di Balik Penawaran Kapal Selam Scorpene-1000 Indonesia

Memang, insiden bawean tidak melibatkan Sukhoi namun melibatkan jet tempur F-16. Tetapi bukan berarti juga Sukhoi kita tidak pernah sekalipun menjaga kedaulatan udara NKRI, jika anda menilainya “10 Tahun lalu Sukhoi ngapain aja!?” yap, Anda salah.

Sukhoi TNI AU era SBY dinilai tidak pernah beraksi
Sukhoi TNI AU era SBY dinilai tidak pernah beraksi

Kejadian yang tak kalah seru juga pernah tejadi pada tahun 1999, ketika jet tempur Hawk 109/209 TNI AU menyergap jet tempur F/A 18 Hornet Australia. Berikut selengkapnya: [wp_colorbox_media url=”http://catatantakesi.blogspot.com/2013/02/insiden-black-flight-di-atas-lanud-el.html” type=”iframe” hyperlink=”Blogspot”].

Dari berbagai aksi F-16 & Hawk 109/209 TNI AU diatas, berikut ini berbagai aksi Sukhoi TNI AU dalam menyergap pesawat asing yang memasuki wilayah udara Indonesia tanpa izin yang dilansir dari [wp_colorbox_media url=”http://www.merdeka.com/peristiwa/5-aksi-tni-au-usir-pesawat-asing-di-indonesia.htm” type=”iframe” hyperlink=”Merdeka.com”].

Exercise Pitch Black 2012
Two Australian No. 77 Squadron F/A-18 Hornet Aircraft welcome Indonesian Air Force (TNI AU) Sukhoi Su-30 & Su-27 Flanker aircraft into Darwin to participate in Exercise Pitch Black 2012.
Mid Caption
Exercise Pitch Black is a major multi-national biennial exercise hosted by the Royal Australian Air Force, involving Offensive Counter Air and Offensive Air Support missions being flown at training ranges across the Northern Territory. Exercise Pitch Black 12 will be held from 27 July to 17 August 2012, and involve 2200 personnel and up to 94 aircraft from Australia, Indonesia, Singapore, Thailand, New Zealand and the United States. – www.armchairgeneral.com

Sukhoi TNI AU cegat Cessna milik Amerika

Minggu (30/9/2012), pesawat buru sergap TNI AU yang terdiri dari sebuah Sukhoi 27 dan Sukhoi 30 milik Skadron Udara 11 Lanud Hasanudin, berhasil memaksa mendarat Pesawat Cessna 208 milik Amerika Serikat yang melanggar wilayah udara nasional Indonesia.

Sebelum dipaksa mendarat, pesawat Cessna sudah dideteksi jaringan radar udara Kohanudnas. Karena pesawat asing tidak tercatat dalam rencana penerbangan Flight Clearance Information System (FCIS), maka dikategorikan sebagai penerbangan gelap (Black Flight).

Baca juga:  Sisi Gelap Kru Pesawat, Mendarat Melepas Syahwat 1

TNI AU sudah berupaya meminta pesawat mendarat di Makassar, namun pilot pesawat Cessna tidak mematuhi perintah. Setelah diperingatkan beberapa kali masih tetap membandel tidak mau mendarat di Makassar. Maka Flight pesawat buru sergap Sukhoi yang selalu siaga di Lanud Hasanudin Makassar, langsung dikomando untuk melakukan Intercept atau pencegatan. Pesawat asing tersebut dipaksa turun (forced down) di Lanud Balikpapan, Kaltim pada pukul 13.30 WIT.

“Pesawat Cessna 208 yang diawaki seorang penerbang berkebangsaan Amerika, seharusnya hanya boleh melintasi wilayah udara Flight Information Region (FIR) Filipina dan Malaysia. Namun dalam kenyataannya, melakukan pelanggaran dengan memotong jalan melintasi wilayah udara FIR Indonesia,” ujar Sekretaris Dinas Penerangan Angkatan Udara (Sesdispenau) Kolonel Sus Muhammad Akbar Linggaprana dalam rilisnya kepada merdeka.com.

Sukhoi paksa turun pesawat Pakistan

Maret 2011, TNI AU mendeteksi keberadaan pesawat komersial jenis Boeing 737-300 milik Pakistan International Airlines terbang di wilayah udara Indonesia tanpa izin.

Pesawat tersebut membawa 13 kru pesawat dan 49 personel militer Pakistan, dengan rute tujuan Dili-Kuala Lumpur Malaysia.

Setelah mendapat titik kordinat lokasi pesawat, TNI AU segera memberikan peringatan kepada pesawat tersebut. Namun peringatan tidak diindahkan, hingga akhirnya TNI AU memerintahkan dua pesawat tempur Sukhoi untuk menjemput dan mendaratkan paksa Pesawat carteran tersebut di Bandara Sultan Hasanuddin, Sulawesi Selatan.

Baca juga:  Berbagai Video Latihan Doper TNI, Brutal dan Menegangkan

Pesawat itu ditahan di Lanud Hasanuddin sampai akhirnya pihak kementerian luar negeri Pakistan berkoordinasi mengurus izin terbang pesawat itu.

Sukhoi cegat jet wakil perdana menteri Papua Nugini

November tahun 2011 lalu radar Komando Pertahanan Udara Nasional (Kohanudnas) mencium ada pesawat asing melintas di sekitar Balikpapan. Dua pesawat Sukhoi TNI AU segera terbang memburu mangsa mereka.

Ternyata sebuah pesawat P2-ANW Dassault Falcon 900EX bercat putih dengan logo merah terbang tanpa izin. Sukhoi segera memepet pesawat tersebut. Ternyata pesawat ditumpangi Wakil Perdana Menteri Papua Nugini Belden Namah.

Pesawat tempur itu menguntit tumpangan VIP tersebut selama 37 menit. Namun akhirnya atas perintah Kohanudnas, pesawat dibiarkan dan tak ditembak jatuh.

Buntutnya, hubungan Indonesia dan Papua Nugini sempat tegang. Perdana Menteri Papua Nugini Peter O”Neil, mengancam mengusir Duta Besar RI Andreas Sitepu dari Port Moresby. Tapi setelah melakukan pembicaraan antar menlu, insiden ini tak terjadi.

Bagaimana? Masih ingin bilang “10 Tahun Lalu Sukhoi ngapain aja!?”.

BRAVO TNI !!!

Sumber: [wp_colorbox_media url=”http://www.merdeka.com/peristiwa/5-aksi-tni-au-usir-pesawat-asing-di-indonesia.html” type=”iframe” hyperlink=”Merdeka”]