MH17 Diduga Ditembak Rudal BUK 9K37 Misil Sistem (Nato: SA-11 Gadfly)

0
279
Rudal BUK 9K37 Rusia SA-11 Gadfly 1
Rudal BUK 9K37 Rusia SA-11 Gadfly 1

DimasBagus.com – Buk (sistem rudal) (Rusia: “Бук”; beech,/bʊk/BOOK) adalah keluarga sistem rudal self-propelled, permukaan-ke-udara jarak menengah yang dikembangkan oleh Uni Soviet dan Federasi Rusia dan dirancang untuk melibatkan rudal jelajah, bom pintar, pesawat tetap dan rotary-sayap, dan kendaraan udara tak berawak.

Sistem rudal Buk adalah penerus NIIP/Vympel 2K12 Kub (NATO nama SA-6 “Gainful”). Versi pertama dari Buk diadopsi ke dalam layanan dilakukan penunjukan Grau 9K37 dan diidentifikasi di barat dengan NATO pelaporan nama “Gadfly” serta Departemen Pertahanan AS penunjukan SA-11. Sejak diperkenalkan awal ke layanan sistem rudal Buk telah terus ditingkatkan dan disempurnakan dengan inkarnasi terbaru membawa penunjukan 9K317 “Buk-M2”

Infografik Kecelakaan MH17 di Ukraina
Infografik Kecelakaan MH17 di Ukraina

Sekilas S-300P Rudal Pertahanan Udara Yang Mematikan

S-300 (SA-10 “Grumble”) adalah SAM (rudal anti objek terbang) yang disinyalir terkuat di dunia saat ini, buatan Biro Rancang (NPO) Almaz dan Antei, yang tidak bisa lepas dari nama Veniamin Yefremov, perancang utama sistem pertahanan ini. Hal yang paling bisa dijadikan cerita mengenai kehebatan S-300 bukanlah gembar-gembor soal kehebatan kinerjanya, namun permainan politik yang melibatkannya.

Baca juga:  Ini Jenis Pria yang Cenderung Diselingkuhi Istri

S-300 terdiri dari banyak macam versi, ada versi S-300P yang diletakkan di atas truk mirip peluncur rudal balistik, S-300F untuk kapal, dan terakhir yang berasal dari biro desain Antei, S-300V yang dibopong kendaraan beralaskan track, mirip rudal Buk 9K37  (SA-11 ‘Gadfly’). Yang terakhir ini juga dikenal dengan nama Antei-300.

Rudal BUK 9K37 (Nato: SA-11 Gadfly)
Rudal BUK 9K37 (Nato: SA-11 Gadfly)

Biro desain Antei sedang kesulitan dana untuk mengembangkan versi modern S-300V ini menjadi Antei-2500 yang rencananya akan menggantikan S-300V. Sistem rudal yang sering dibandingkan dengan rudal MIM-104 PATRIOT ini bertujuan untuk menghantam target terbang pada jarak jauh hingga dekat dengan tingkat presisi yang sangat tinggi untuk keperluan ABM (Anti Ballistic Missile). Downplay yang didengungkan pemerintahan AS belakangan mengenai efektifitas PATRIOT membuat nama S-300 mencuat.

Keganasan SAM Russia

Baca juga:  Angkatan Laut AS Perkenalkan Senjata Laser Tercanggih

Russia yang menggunakan pesawat angkatan udaranya untuk point-to-point defense dan serangan massal menitik beratkan kekuatan pertahanan udara bukan dengan supremasi udara seperti yang ditekankan Amerika, melainkan dengan senjata anti serangan udara yang kuat seperti SAM dan artileri anti udara. SAM Russia dibuat seefektif mungkin untuk menangkal dominasi kekuatan udara musuh. Keangkeran SAM Russia berasal dari pengalaman Amerika di Perang Vietnam, dimana baterai S-75 Dvina (SA-2 ‘Guideline’) menjadi penghalang kekuatan udara yang sukses. Kisah lainnya datang dari 2K12 Kub (SA-6 ‘Goa’) yang banyak memakan korban pesawat A-4 dan F-4 AU Israel pada perang Yom-Kippur dan yang paling terkenal adalah kisah “Behind The Enemy Lines”, dimana F-16 Kapten Scott O’Grady dijatuhkan oleh varian modifikasi dari baterai tipe ini. Selain itu beberapa pesawat teramat Rahasia milik Amerika seperti U-2 Dragonlady berhasil dijatuhkan oleh baterai S-75 ini (seperti cerita U-2 Francis Gary Powers di atas Russia dan U-2 yang memata-matai Kuba).

Baca juga:  Video Dramatis Lubang Raksasa di Pantai Inskip Point Queensland

Rudal-rudal anti pesawat buatan Russia yang lain pun secara instan mendapat reputasi “garang” macam ini. Ditambah pula kegagalan macam-macam jenis rudal buatan barat seperti rudal Blowpipe Inggris yang dinilai mengecewakan di perang Falklands 1982 serta kontroversi PATRIOT pada operasi Dessert Storm 1990-1991. Pemerintahan Barat sepertinya rutin melakukan ‘downplay’ terhadap keampuhan senjata-senjatanya, melalui karya-karya ilmiah, seperti yang membahas mengenai rudal Rapier yang juga disinyalir tidak efektif pada perang Falklands, meskipun sempat muncul potongan video yang menunjukkan keampuhan sistem radar Blindfire Rapier ini yang mampu ‘melihat’ pembom siluman B-2 Spirit yang sedang low-pass dalam acara Air Tattoo International di Fairford.

Indonesia dikabarkan berencana membeli sistem S-300PMU-1 untuk kepentingan Hanud. Sesumbar rudal ini mampu menembak segala jenis pesawat yang ada di dunia ini, termasuk F-22A Raptor dan F-35 Lightning II yang termutakhir.

Sumber: Wikipedia & xzone-military