DimasBagus.com – Pindad bekerja sama dengan FNSS Turki telah merampungkan pembuatan satu prototype tank medium dan akan dipamerkan pada HUT ke-72 TNI 5 Oktober 2017.

Indonesian Military Fans, Rizki Adhinegara menampilkan video hull (badan) dari Tank Medium FNSS-Pindad, 23/9/2017, yang berada di Bandara Soerkarno- Hatta, Cengkareng, Banten.

Video yang kedua tampak hull tank medium FNSS-Turki diangkut oleh transporter, yang dirilis tanggal 23/9/2017.

Adapun video ketiga yang dirilis tanggal 24/9/2017, menunjukkan tank medium Pindad-FNSS telah dilengkapi turret dan sedang melakukan manuver (pivot).

Sebelumnya pada pameran IDEF 2017 yang berlangsung di Istanbul Turki, 12/5/2017, FNSS telah memamerkan tank medium ini. Dalam IDEF 2017, pada tank Kaplan MT telah terpasang bendera Turki dan Indoensia.

Prototype tank medium KAPLAN, FNSS-Pindad (IDEF 2017)
Prototype tank medium KAPLAN, FNSS-Pindad (IDEF 2017)

Direktur Utama Pindad Abraham Mose saat ditemui Antara, 21/9/2017, di IBDExpo 2017 di Jakarta, mengatakan, pengembangan medium tank ini untuk memperkuat sistem pertahanan nasional dan TNI akan membutuhkan 300 unit.

Dari jumlah tersebut, Pindad memproyeksikan akan merampungkan 100 unit tank medium pada tahun 2018.

Tank Medium Pindad-FNSS (photo Rizki Adhinegar)
Tank Medium Pindad-FNSS (photo Rizki Adhinegar)

Tank medium Pindad dengan bobot 32 sampai 35 ton ini menggunakan canon 105 mm, CT-CV weapon station dari CMI Defence. Tata letak tank medium ini mirip dengan standar MBT (Main Battle Tank) dengan kursi pengemudi di bagian depan tank, turret berada di tengah dengan posisi komandan dan petempak berada di bagian belakang.

Tank ini memberikan perlindungan balistik dan ranjau Level 4 (STANAG 4569), mampu menahan tembakan senjata berukuran 14,5 mm AP pada 360 derajat, serpihan amunisi 155mm pada 30 meter dan ledakan ranjau 10 kg TNT di yang terpasang di tanah/lantai.

Hull Tank Medium Pindad-FNSS (photo Rizki Adhinegar)
Hull Tank Medium Pindad-FNSS (photo Rizki Adhinegar)

Tank ini dapat dilengkapi dengan armor tambahan untuk meningkatkan perlindungan hingga ke Level 5 (STANAG 4569) untuk mengantisipasi amunisi 25mm APDS-T (Armor Piercing Discarding Sabot-Tracer). Baca juga di JakartaGreater.com.