Sukhoi Su-35 Masih Belum Jelas, Inikah Peluang Besar Saab JAS 39 Gripen untuk Indonesia?

Makin menjauh karena terlalu alotnya penjajakn Sukhoi Su-35 untuk Indonesia, saatnya JAS 39 Gripen menyalip di tikungan.

0
146
SAAB JAS 39 Gripen C/D Calon Pengganti F-5 Tiger TNI AU - (Src: SAAB.com)
SAAB JAS 39 Gripen C/D Calon Pengganti F-5 Tiger TNI AU - (Src: SAAB.com)

DimasBagus.com – Alotnya penjajakan penggantian pesawat tempur F-5 Tiger milik TNI AU yang akan dipensiunkan membuat pesaing-pesaing Sukhoi Su-35 kembali ‘menggoyang’ TNI. Inilah peluang besar Saab JAS 39 Gripen menawarkan kembali jet tempurnya untuk Indonesia.

Sebelumnya, pemerintah telah memilih jet tempur Sukhoi Su-35 buatan Rusia untuk menggantikan F-5 Tiger. Keputusan ini diambil setelah TNI Angkatan Udara melakukan penilaian terhadap sejumlah produk yang ditawarkan.

Sayangnya, rencana untuk mendatangkan Sukhoi terbaru ternyata masih menemui hambatan, utamanya soal harga. Negosiasi berlangsung sangat alot, dan penandatanganan perjanjian masih jauh dari realisasi.

Masalah tersebut membuat produsen pesawat tempur lain mencoba kembali menjajaki negosiasi dengan Indonesia. Setelah sebelumnya Lockheed Martin dengan F-16 Viper, kini Saab mencoba menawarkan lagi JAS 39 Gripen. Tak hanya jet tempur, mereka juga menawarkan pesawat pengintai bernama GlobalEye.

“Kami ingin membuka kesempatan agar Indonesia memiliki pesawat yang modern, pas dengan kebutuhan TNI AU,” ujar Campaign Director for Gripen in Indonesia, Magnus Hagman saat berbincang dengan merdeka.com, di Hall D Jakarta International Expo, Jakarta, belum lama ini.

JAS 39 Gripen E, Varian Terbaru Jet Tempur Gripen - (Src: financialexpressDOTcom)
JAS 39 Gripen E, Varian Terbaru Jet Tempur Gripen – (Src: financialexpressDOTcom)

Pembelian JAS 39 Gripen Termasuk Transfer Teknologi

Presiden Direktur dan CEO Saab Asia Pasific, Dan Enstedt merasa optimis untuk bisa memenuhi ambisi Indonesia dalam mengembangkan industri kedirgantaraan dan pertahanan melalui kerja sama internasional. Atas alasan itu pula, mereka bersedia memenuhi kewajiban transfer teknologi.

Baca juga:  TNI AL Melakukan Pembangunan Kembali KRI Klewang

“Di Saab kami mengerti dan menghormati tujuan ini dan kami siap untuk bekerja sama dengan erat dengan pemerintah, industri, dan Tentara Nasional Indonesia dalam mencapai pengembangan nasional,” paparnya.

Saab menyebutkan, Gripen memberikan banyak keuntungan bagi Indonesia. Salah satunya adalah biaya operasional yang murah dibanding pesaing mereka. Bahkan, perusahaan asal Swedia ini juga berjanji akan melatih langsung teknisi dari Indonesia di negaranya.

“Kami akan bawa teknisi dari sini ke Swedia, dan perlakuan sama akan kami berikan kepada Indonesia,” tambah Magnus.

Untuk memenuhi kebutuhan TNI AU, Saab mengaku tengah menimbang versi khusus, yakni C/D. Mereka juga mempersilakan jika ingin melakukan perubahan-perubahan mendasar terhadap komponen sebelum masa produksi dimulai.

“Pengiriman akan dimulai 18 bulan sejak kontrak ditandatangani. Kami percaya pesawat ini akan cocok bagi kekuatan masa depan nasional jika Indonesia menginginkannya.”

Bagaimana dengan kalian sebagai milter antusias? Akankah jet tempur Sukhoi Su-35 hanya menjadi angan-angan dan JAS 39 Gripen muncul di tikungan menjadi pemenangnya?