DimasBagus.com – KA-52 merupakan serang andalan Angkatan Udara . “Alligator” yang dikembangkan oleh Russian Helicopters ini memiliki sejumlah kemampuan yang dapat dijadikan garda utama di medan pertempuran. Yuk intip Rusia!

KA-52 mulai dikembangkan pada tahun 1994 di sebuah pabrik Progress Arsenyev Aviation di wilayah Primorye, Rusia. Tahun 1996 prototipe pertama selesai dikerjakan, dan mulai diproduksi masal pada tahun 2008.

Kemampuan terbang Ka-52 terbilang mengesankan karena penggunaan rotor coaxial contra-rotating dan mampu melakukan manuver yang cukup ekstrem di ruang terbatas. Hal ini sangat menguntungkan, karena otomatis mampun menempatkan KA-52 dalam posisi serang yang strategis.

Baca juga:  Patukan Rudal Hellfire dan Adiknya DAGR

Dengan menggunakan dua mesin turboshaft Klimov VK-2500 yang menggerakkan dua rotor utama (coaxial contra-rotating). Masing-masing mesin mampu menghasilkan daya lepas landas maksimum 2.400 hp.

Klimov VK-2500 dilengkapi dengan full authority digital control system (FADEC) baru. KA-52 mampu terbang pada ketinggian maksimum 5.500 m. Kecepatan maksimum dan kecepatan jelajahnya masing-masing 300 km/jam dan 260 km/jam. Tingkat pendakian mencapai 12 meter per detik, jangkauan penerbangan taktis 460 km, sementara jangkauan penerbangan feri 1.110 km.

Baca juga:  Perkenalkan, Kapal Selam KRI 403 Nagabanda

Senjata Helikopter

Infografis Helikopter KA-52 Alligator Rusia - By Sputnik
Infografis – By Sputnik

Untuk sistem persenjataan, pada sisi kanan ditempatkan NPPU-80 movable gun dengan kanon otomatis 2A42 30 mm. Enam cantelan (hardpoint) eksternal pada sayap dapat dipasangi berbagai kombinasi senjata.

Helikopter ini juga dapat dipasangi rudal anti tank VIKHR, rudal ATAKA dengan sistem pemandu laser, peluncur roket B8V-20 untuk roket S-8 (unguided), dan rudal anti pesawat IGLA-V.

Lalu bagaimana dengan sistem radar dan manajemen pertempuran yang dimiliki helikopter ini. KA-52 dilengkapi dengan radar Phazotron FH-01 Millimeter Wave Radar (MMW) dengan dua antena untuk target udara dan darat.

Baca juga:  Pakar: Radar Kuantum Bisa Deteksi Pesawat Siluman

Sistem penanggulangan didukung jammer dan IR, radar warning receiver (RWR), sistem deteksi laser, sensor peringatan IR missile dan UV-26 flare/chaff dispensers in wing-tip fairings, dan terakhir KA-52 juga dilengkapi dengan sistem manajeman pertempuran yang bisa digunakan untuk bertukar atau berbagi data dengan helikopter sejenis atau helikopter lainnya.

Sumber : Sputnik/rbth