DimasBagus.com – Dampak 6,5 Skala Richter di Kabupaten Pidie menimbulkan sejumlah kerugian material. Gempa yang terjadi subuh pagi tadi memang terasa begitu kuat dan waktu yang terbilang lama.

Pusat Data dan Informasi Badan Penanggulangan Bencana Aceh, Heni, mengatakan, pihaknya baru menerima sejumlah data kerusakan akibat gempa tersebut. Selain bangunan berupa ruko, gempa juga merusak SPBU dan masjid.

“SPBU Ulee Gle rusak, warung Kopi Umar Kumis di kompleks SPBU Ulee Gle hancur. Kubah Masjid Dayah Mudi Mesra Samalanga jatuh,” jelasnya saat dihubungi merdeka.com, Rabu (7/12).

Selain itu, juga terjadi kerusakan di gedung sekolah. Bahkan ruko berlantai keempat roboh hingga rata dengan tanah.

“Gedung lantai IV STAI Al-Aziziah roboh, Meunasah Muko Kuthang Ulee Gle hancur dan toko berkonstruksi empat lantai di Luengputu juga roboh,” pungkasnya.

Sampai saat ini, pihaknya baru mendata satu orang terluka akibat tertimpa puning bangunan roboh.

Baca juga:  Video : Ditilang karena Tak Pakai Helm, Pria Ini Memaki Polisi

Terpisah, dalam akun Twitter resmi Kepala Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, menyebut korban luka dilarikan ke RSUD Pidie Jaya.

Berikut amatir .

Src: Merdeka.com

Gempa Aceh 7 Desember 2016
Gempa Aceh 7 Desember 2016

BMKG Catat Ada 10 Kali Gempa Susulan di Aceh

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mencatat, ada 10 kali gempa susulan terjadi di Aceh, sejak tumbukan pertama pada pukul 05.03 WIB. Pusat gempa berkekuatan 6,5 skala richter ini terjadi pada kedalaman 10 kilometer dan berjarak 18 kilometer dari Pidie Jaya, Aceh.

Menurut Kepala Sub-Bidang Informasi BMKG, Harry Tirto Djatmiko, gempa susulan biasa terjadi hingga beberapa jam setelah tumbukan pertama. Namun, kekuatan gempa akan terus menurun, hingga pada akhirnya tak lagi dirasakan masyarakat.

“Biasanya gempa susulan lebih rendah dari yang pertama. Hasil monitoring sementara, dari kami, hingga pukul 08.15 WIB, terjadi 10 kali gempa susulan dengan kekuatan 4,8 skala richter,” ujar Harry saat berbincang dengan tvOne, Rabu, 7 Desember 2016.

Gempa susulan terjadi karena sesar yang terlibat tumbukan di dalam tanah mengalami penyesuaian.

“Gempa susulan di tempat yang sama itu kekuatannya melemah. Penurunan itu untuk penyesuaian lempeng tadi, jadi untuk kestablian, biasanya seperti itu. Kapan berhentinya? begitu lempeng stabil,” ujarnya menjelaskan.

Dalam catatan BMKG, guncangan gempa susulan paling besar tercatat 4,8 skala richter, dan kini kekuatannya terus menurun.

Baca juga:  Jet Tempur Typhoon Italia Jatuh Ke Laut, Begini Kondisi Sang Pillot

Harry pun mengimbau masyarakat agar tenang karena aktivitas sesar mulai stabil. “Imbauan kami masyarakat tenang, kalau pun ada tren gempa susulan, gempa susulan kecil.”

Src: VIVA.co.id

Kerusakan Gempa Aceh 7 Desember 2016
Kerusakan Gempa Aceh 7 Desember 2016

Kepala BPBD Pidie Jaya sebut data sementara 25 orang meninggal

Gempa bumi berkekuatan 6,4 Skala Ritcher (SR) mengguncang Aceh menjelang salat subuh pagi tadi sekitar pukul 05.03 Wib. Sejak evakuasi dilakukan, jumlah korban terus bertambah.

Baca juga:  Pidato Raja Jordania Memukau Parlemen Eropa

Kabar terakhir menyebut korban jiwa sebanyak 25 orang dan sejumlah orang luka-luka. Korban meninggal tersebar di beberapa kecamatan di Pidie Jaya.

Kepala BPBD Pidie Jaya, Puteh Manaf mengatakan, jumlah tersebut hanya data sementara. “Korban meninggal hingga sekarang sudah mencapai 25 orang yang sudah berhasil dievakuasi,” kata Puteh Manaf saat dihubungi, Rabu (7/12).

Beberapa kecamatan terdampak cukup parah akibat gempa tadi pagi, yaitu Kecamatan Bandabaru, Meureudu, Trieng Gadeng dan Ulee Glee. Korban meninggal juga banyak terdapat di beberapa kecamatan tersebut.

Hingga sekarang, sebutnya, petugas masih terus melakukan evakuasi reruntuhan bangunan dengan menggunakan alat berat.

“Kita sedang evakuasi dan alat berat sedang bekerja memindahkan reruntuhan,” tegasnya.

Src: Merdeka.com