DimasBagus.com – Indonesia sudah melakukan negosiasi untuk pembelian Sukhoi Su-35 sejak tahun 2013. Menurut sumber yang dekat dengan Rosoboronexport, beberapa kali negosiasi terkait pembelian Su-35 batal karena sejumlah masalah, terutama karena masalah keuangan.

Tapi sekarang kedua pihak sudah mencapai garis finish, terbukti dengan penandatanganan memorandum antara perusahaan “Rostec” dengan “Perusahaan Perdagangan Indonesia” dimana sebagian pembelian Su-35 akan dibayar dengan komoditas seperti karet, kelapa sawit dan sebagian lainnya dibayar dengan uang tunai.

Menurut pakar dari Pusat Analisis Strategi dan Teknologi, Konstantin Makiyenko, biaya pembelian 11 unit Sukhoi Su-35 bisa mencapai US$ 1 miliar.

Menurutnya, kontrak dengan Indonesia tidak kalah luar biasa dari China, apalagi sebagai negara yang memiliki akses pembelian pesawat tempur buatan AS dan Barat, namun Indonesia tetap membeli pesawat tempur buatan Rusia.

Indonesia nantinya akan menggunakan Sukhoi Su-35 untuk menggantikan armada pesawat tempur F-5 Tiger II yang sudah tidak operasional lagi dan akan ditempatkan di Pangkalan Udara Iswahyudi Madiun.

Baca juga:  4 Prajurit TNI Tewas Saat Latihan Perang di Natuna, Ini Penyebabnya!

Sebagian sumber berasal dari Bmpd.Livejournal melalui JKGR.

Lokasi Penempatan Jet Tempur Sukhoi Su-35 Indonesia

Pembelian Jet Tempur Sukhoi Su-35 (Maksim Skryabin)
Pembelian Jet Tempur Sukhoi Su-35 (Maksim Skryabin)

Pemerintah Indonesia mengatakan pihaknya akan membarter kopi, minyak sawit dan komoditas lainnya untuk pembelian 11 jet tempur Sukhoi buatan Rusia, 7/8/2017.

Juru bicara Kementerian Perdagangan RI Marolop Nainggolan mengatakan bahwa sebuah nota kesepahaman untuk barter tersebut ditandatangani pada 4 Agustus di Moskow antara Rostec danPerusahaan Perdagangan Indonesia, yang kedua merupakan perusahaan milik negara, dilansir Bloomberg.com, dengan mengutip AP, 7/8/2017.

Baca juga:  Rudal Hellfire II AGM-114R Indonesia

Dalam sebuah pernyataan, Menteri Perdagangan RI Enggartiasto Lukita mengatakan kesepakatan tersebut akan segera terealisasi. Kopi, teh, minyak sawit akan ditukar dengan jet Sukhoi Su-35, katanya. Nilai untuk barter itu tidak diumumkan.

Perdagangan antara Rusia dan Indonesia, ekonomi terbesar di Asia Tenggara, telah anjlok sejak 2012, namun Lukita mengatakan sanksi finansial dan perdagangan Uni Eropa dan UE yang luas terhadap Rusia merupakan peluang bagi Indonesia untuk menghidupkan kembali perdagangan melalui kesepakatan barter di industri lain.

“Ini adalah kesempatan yang tidak boleh hilang dari genggaman kita,” katanya.

Kementerian pertahanan Indonesia awal bulan ini mengatakan bahwa kesepakatan Sukhoi telah selesai tetapi tidak mengungkapkan rinciannya.

Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengatakan umumnya, pesawat akan datang satu hingga dua tahun, setelah ditandatangani.

Baca juga:  Inilah Daftar Kecelakaan Pesawat Hercules TNI AU

Untuk sementara, pesawat tempur Sukhoi Su-35 Indonesia nanti akan ditempatkan di Makassar, Sulawesi Selatan yang merupakan markas Skadron Udara 11 TNI AU.

“Untuk sementara kami tempatkan di Makassar yang sudah siap secara infrastruktur sembari menyiapkan infrastruktur di Madiun, kalau sudah siap baru dipindah,” kata KSAU Marsekal TNI Hadi Tjahjanto di Yogyakarta, 7/8/2017, seperti yang dilansir Liputan6.com.

Indonesia nantinya akan menggunakan jet tempur Su-35 untuk menggantikan armada pesawat tempur F-5 Tiger II yang sudah tidak operasional dan akan ditempatkan di Pangkalan Udara Iswahyudi Madiun, Jawa Timur.

*Sukhoi Su-35 snow taxi image copyright Flymouth1894 – courtesy Wikimedia Commons.