Terungkap, Misteri Pembunuhan Sisca : Di Jambret

0
214
Sisca Yofie
Sisca Yofie

Seorang pria yang ditutupi sarung cerah warna-warni tiba di Mapolrestabes Bandung, Minggu malam 11 Agustus 2013. Tangannya diborgol dan ia langsung dibawa masuk ke salah satu ruangan penyelidikan Satuan Reserse dan Kriminal.

Kedatangan pria 45 tahun berinisial W itu dinanti-nanti karena ia disebut sebagai pelaku pembunuhan sadis terhadap Franciesca Yofie (34 tahun), Branch Manager PT Venera Multi Finance yang tewas setelah tubuhnya terseret motor dan kepalanya dibacok tak jauh dari tempat kosnya, Senin 5 Agustus 2013.

Baca juga:  Indra Sjafri: Mental Timnas U-19 Rontok

Namun pengakuan si pembunuh soal aksinya terhadap Sisca ternyata sederhana, jauh di luar dugaan banyak orang yang mengira pembunuhan itu dilatarbelakangi dendam pribadi. Berdasarkan keterangan A (33 tahun), pelaku sekaligus keponakan W yang telah menyerahkan diri lebih dulu, ia dan pamannya sesungguhnya sama sekali tak berniat membunuh Sisca.

A mengatakan, mereka berdua hanya ingin menjambret tas Sisca. Saat itu Sisca baru saja tiba dan sedang membuka pagar kosnya. “Namun korban melakukan perlawanan sehingga disikut oleh W. Korban pun terjatuh,” kata Kapolrestabes Bandung, Komisaris Besar Polisi Sutarno.

Baca juga:  Video Pertempuran Autobots Melawan Dinobots di Trailer Terbaru Transformers: Age Of Extinction

Usai menjambret tas Sisca, W langsung meminta A memacu motor Suzuki Satria R yang dikemudikannya. Sisca yang terus melawan akhirnya terjatuh persis di belakang sepeda motor pelaku. “Dari pengakuan pelaku, rambut Sisca tersangkut di gir motor, tergulung, dan terseret motor,” ujar Sutarno.

A mengaku awalnya tidak tahu Sisca terseret motor. Ia baru sadar motornya terasa berat ketika berada di tikungan. Setelah dilihat, ternyata Sisca tersangkut di gir motor. Karena panik, W yang duduk di boncengan kemudian melayangkan senjata tajam untuk melepas rambut Sisca. Nahas, tebasan senjatanya itu mengenai kepala Sisca.

Baca juga:  Hadiri Sidang Cebongan, Komnas HAM Disoraki Pendukung Kopassus

Sutarno mengatakan berdasarkan pemeriksaan sementara, pengakuan kedua tersangka sudah cocok satu sama lain. “Cerita W sama dengan pengakuan A,” kata dia. Polisi memeriksa A dan W dalam kurun waktu berbeda dan secara terpisah. W yang ditangkap di perbatasan Cianjur dan Purwakarta, tidak tahu A telah menyerahkan diri ke polisi.

 

Sumber : http://nasional.news.viva.co.id/news/read/435784-akhir-misteri-pembunuhan-sisca–dijambret-