DimasBagus.com – Tentara Nasional Indonesia (TNI) memutuskan untuk menyetop kerja sama militer dengan Australia. Keputusan itu diambil karena sarana pelatihan pasukan khusus Australia diwarnai pelecehan terhadap negara dan kesatuan Komando Pasukan Khusus (Kopassus).

Atas pertimbangan yang mendalam, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo berinisiatif menghentikan kerja sama tersebut, sekaligus mendesak pemerintah Australia menanggapi serius pelecehan terhadap ideologi negara. Tindakan tegas ini mendapat reaksi positif dari publik, meski bukan yang pertama kali.

Apakah penghentian kerja sama tersebut merugikan Indonesia?

Dikutip dari situs globalfirepower.com, kekuatan militer yang dimiliki TNI justru berada di peringkat yang lebih baik dibandingkan Australia. Indonesia sendiri ditempatkan di peringkat ke-14 dengan indeks kekuatan 0,3354 (0,0 merupakan yang terbaik), sementara Australia di peringkat ke-23 dengan indeks 0,4209.

Rangking tersebut dibuat berdasarkan potensi negara jika terlibat dalam perang konvensional serta kapabilitasnya di darat, laut dan udara. Pemeringkatan tidak terkait dengan sumber daya alam, keuangan dan geografi maupun 50 faktor lainnya.

Ranking Kekuatan Militer Indonesia dan Australia - globalfirepower.com
Ranking Kekuatan Militer Indonesia dan Australia – globalfirepower.com (5 Januari 2017)

Berikut perbandingan kekuatan militer Indonesia dan Australia:

Tank Leopard Tiba di Indonesia 3
Main Battle Tank Leopard 2A4 Tiba di Indonesia

1. Pasukan Darat

Secara umum, pasukan darat merupakan unsur utama dalam sebuah pertempuran. Saat ini, TNI Angkatan Darat (AD) sendiri dipercaya memiliki kekuatan sebanyak 300.000 personel. Infantri merupakan kekuatan inti di dalam TNI AD, yang terbagi menjadi lima kecabangan, yakni Para Raider, Linud, Raider, Mekanis dan Infantri.

Baca juga:  KRI Nagapasa, Nama Kapal Selam Terbaru Indonesia

Pasukan pendukung terdiri, yakni Kavaleri, Artileri Medan dan Artileri Pertahanan Udara. Pasukan elite AD terdiri dari dua bagian, yakni Komando Strategis Angkatan Darat (Kostrad) dan Komando Pasukan Khusus (Kopassus). Kecabangan itu belum termasuk bagian pendukung lainnya seperti pasukan zeni, medis dan sebagainya.

TNI AD sendiri mengoperasikan 468 unit tank, 1.089 unit kendaraan tempur lapis baja, 37 unit artileri swagerak, 80 unit artileri medan dan 86 unit sistem peluncur roket beruntun.

Sementara Australia memiliki 28.568 pasukan reguler dan 14.662 personel cadangan. Berbeda dengan Indonesia yang memiliki banyak kecabangan, struktur organisasi Angkatan Darat Australia lebih simpel, yakni Divisi Pertama, Komando Tempur serta Komando Operasi Khusus.

Jumlah tank yang dimiliki sebanyak 59 unit, belum termasuk 2.040 kendaraan tempur lapis baja, dan 75 unit artileri medan.

Sukhoi Su-30 TNI AU Lengkap dengan Amunisi Rudal - ArcWebId
Sukhoi Su-30 TNI AU Lengkap dengan Amunisi Rudal – ArcWebId

2. Armada Udara

Dari sudut kekuatan personel, TNI Angkatan Udara (AU) memiliki 37.850 personel yang masih aktif berdinas. Hingga saat ini, Indonesia juga memiliki 510 pesawat, 110 di antaranya adalah pesawat tempur.

Baca juga:  Video: Drone QF-16, Pesawat F-16 Tak Berawak

Indonesia saat ini masih mengoperasikan 12 unit F-16 Fighting Falcon Block 15 A/B OCU. Indonesia akan menambah jumlahnya menjadi 24 buah dengan varian C/D 52ID.

Selain produk barat, Indonesia juga memiliki pesawat buatan Rusia, antara lain 5 unit Sukhoi Su-27 SK/SKM dan 11 Su-30 MK/MK2. Selain itu, TNI AU juga memiliki 16 unit jet tempur KAI T-50 Golden Eagle dan 12 unit EMB 314 Super Tucano.

Sementara itu, Angkatan Udara Australia atau Royal Australian Air Force tercatat memiliki personel aktif sebanyak 14.120 orang, dan 4,273 personel cadangan. Untuk alutsistanya, negara ini memiliki 265 pesawat, baik pesawat tempur, patroli maupun angkut.

Jet tempur yang dioperasikan antara lain 24 unit F/A-18F Super Hornet dan 71 unit F/A-18A/B Hornet. Serta dua unit F-35A Lightning II yang digunakan sepenuhnya untuk pelatihan.

Kapal Selam KRI 403 Nagabanda Pesanan TNI AL Siap Diluncurkan
Kapal Selam Terbaru Angkatan Laut Indonesia

3. Armada Laut

Berdiri sejak 10 September 1945, TNI Angkatan Laut (AL) sempat menjadi momok bagi Belanda berkat kepemilikan kapal-kapal modern yang didatangkan langsung dari Uni Soviet. Berdasarkan data tahun 2009, jumlah personel aktif mencapai 75 ribu orang dan telah memiliki 221 kapal yang masih beroperasi.

Baca juga:  Ini Daftar Pejabat Indonesia Yang Disadap Australia

Selain memiliki ribuan pelaut, TNI AL juga memiliki satuan reguler bernama Korps Marinir, yang merupakan pasukan amfibi. Tak hanya itu, AL juga memiliki tiga pasukan elite, antara lain Komando Pasukan Katak (Kopaska), Batalion Intai Amfibi (Yon Taifib) dan Detasemen Jala Mangkara (Denjaka).

Di permukaan laut, TNI AL berkekuatan 8 unit kapal frigat, 24 unit kapal korvet, 23 unit kapal cepat, 48 kapal patroli laut, 12 unit kapal penyapu ranjau, 20 unit kapal serbaguna, 4 kapal selam serta tujuh kapal nontempur.

Sedangkan Angkatan Laut Australia atau Royal Australian Navy (RAN) memiliki jumlah personel aktif sebanyak 16 ribu orang, yang terdiri 14.215 personel permanen dan 8.493 pasukan cadangan. RAN juga mengoperasikan 47 kapal tempur serta tiga kapal nontempur.

Armada lautnya terdiri dari 6 unit kapal selam, 11 unit kapal frigat, 13 unit kapal patroli, 6 unit kapal penyapu ranjau, 5 unit kapal serbaguna, dan 6 kapal nontempur.