DimasBagus.com – Pada hari Senin, 9 April 2018, Departemen Luar Negeri AS lewat Badan Kerjasama Keamanan Pertahanan (DSCA) telah memutuskan untuk menyetujui penjualan asing berupa Advanced Precision Kill Weapon Systems () II ke Qatar.

Berdasar keterangan yang terdapat di laman Badan Kerjasama Keamanan Pertahanan (DSCA) AS, bahwa Pemerintah Qatar telah mengajukan permintaan untuk pembelian APKWS II dengan rincian sebagai berikut:

  • 5.000 seksi pemandu Advanced Precision Kill Weapon Systems (APKWS) II.
  • 5.000 roket 2,75 inci MK66-4
  • 5.000 hulu ledak “high explosive” untuk roket 2,75 inci
Baca juga:  Simulator Sukhoi Su 35

Termasuk dukungan peralatan, suku cadang, pelatihan, publikasi, serta bantuan teknis rekayasa, bantuan teknis manajemen program, dukungan layanan logistik, dan elemen terkait lainnya. Perkiraan total program tersebut adalah senilai $ 300 juta.

Helikopter AH-64E menembakkan APKWS, roket berpemandu laser © BAE Systems
AH-64E menembakkan APKWS, roket berpemandu laser © BAE Systems

Advanced Precision Kill Weapon System (APKWS) merupakan turunan dari MK 90 Hydra 70 mm roket tak terarah yang digunakan oleh pesawat bersayap tetap dan rotary AS. memiliki sistem pemandu laser semi-aktif yang memberi peningkatan akurasi pada roket tak terarah yang ada. APKWS dapat menghantam langsung pada sasaran yang bergerak maupun stasioner.

Baca juga:  Kesaksian Korban Longsor Banjarnegara: Semuanya Langsung Gelap

Senjata inovatif tersebut terdiri dari roket “unguided” Hydra 70 kaliber 70 mm buatan General Dynamics yang menawarkan beberapa konfigurasi hulu ledak dan dilengkapi dengan Distributed Aperture Semi-Active Laser Seeker (DASALS) buatan BAE System.

Pengembangan APKWS dimulai pada tahun 2002. Uji coba peluncuran dilakukan dari peluncur roket M260 berbasis-darat pada target dengan jarak yang bervariasi mulai dari 1.500 hingga 5.500 meter. Data pengujian dipergunakan untuk memperbarui pemandu autopilot dari bawaan roket.

Baca juga:  Ini video Pasukan Elite Kodam di Bawah Komando Mayor Agus