Wow! Rosoboronexport Mulai Kerjakan Kapal Selam Kilo Indonesia?

Mengejutkan! Dimana sebelumnya kabar seputar pembelian kapal selam Kilo Indonesia masih simpang siur.

0
1884
Pembelian Kapal Selam Indonesia Mulai Dikerjakan - SputnikNewsDOTcom
Pembelian Kapal Selam Indonesia Mulai Dikerjakan - SputnikNewsDOTcom

DimasBagus.com – Kabar Rosoboronexport mulai mengerjakan Indonesia beredar. Dimana penjualan senjata oleh eksportir Rosoboronexport Rusia dan dilakukan secara ketat sesuai dengan jadwal, ujar Direktur Jenderal Anatoly Isaykin.

Promo Perlengkapan Bayi

Paris – Perusahaan negara eksportir senjata Rosoboronexport, Rusia, mengharapkan untuk menyelesaikan rencana penjualan tahun 2016 sebesar $ 13 miliar.

“Kami secara ketat bekerja sesuai jadwal, tidak ada penundaan, karena itu rencana tersebut akan dipenuhi,” kata Direktur Jenderal Rosoboronexport, Anatoly Isaykin kepada RIA Novosti.

Direktur Rosoboronexport juga menegaskan bahwa rencana penjualan Rosoboronexport untuk tahun 2016 berkorespondensi dengan jumlah yang sebelumnya telah diumumkan yakni $ 13 miliar.

Baca juga:  Pesawat Hercules Jatuh di Medan

Menurut juru bicara perusahaan, Rusia juga telah mulai bekerja untuk pra-kontrak pengiriman diesel-listrik Varshavyanka kelas (NATO: Improved Kilo-class) ke Indonesia.

“Fokus perhatiannya ada pada Kementerian Pertahanan. Ada pernyataan resmi dari Menteri Pertahanan Indonesia [mengkonfirmasikan] bahwa mereka tertarik dengan proyek ini < …> Ketertarikan itu diungkapkan oleh perwakilan resmi dari Departemen Pertahanan, saya berpikir itu merupakan pekerjaan dari pra-kontrak”, kata Isaykin.

Dia menambahkan bahwa banyak negara tertarik kepada kapal selam Varshavyanka kelas, yang merupakan kapal dengan tingkat kesenyapan yang belum pernah ada sebelumnya dan dilengkapi dengan peralatan yang powerfull.

Baca juga:  Helikopter Eurocopter Tiger H61 Indonesia, Heli Serbu Baru TNI

Selain itu, menurut Rosoboronexport, adalah mungkin Rusia dan Perancis melanjutkan kerjasama pembuatan kendaran tempur infanteri ATOM, terkait hubungan dengan Uni Eropa yang segera meningkat.

“Secara hipotesis, kelanjutan dari kerjasama selalu mungkin, tetapi jika ada jeda saat ini, muncul karena sanksi selama beberapa tahun, lalu apa gunanya kerjasama,” Isaikin kepada RIA Novosti. (Rusia dan Perancis sebelumnya sempat bekerja sama membangun IFV ATOM (red).

Dia menambahkan bahwa industri pertahanan Rusia dengan perkembangan yang baru tidak akan menunggu perbaikan situasi geopolitik, di saat secara ekonomis menguntungkan.

Baca juga:  Mengenal KRI Bung Tomo 357 yang Membantu Evakuasi Jasad Penumpang AirAsia QZ8501