DimasBagus.com – Banyak sekali yang masih bertanya tentang niat dan doa yang benar beserta artinya. Bukan karena tidak tahu, namun kebanyakan dari kita terkadang lupa niat .

Promo Perlengkapan Bayi

Puasa di tahun ini kemungkinan besar akan dilaksanakan berbarengan seperti pada dua tahun belakangan, yakni tahun 2016 dan 2017 lalu. Hal ini disebabkan oleh dua kalangan yang berpegang pada hisab dan imkanur (rukyah) sepertinya memiliki perhitungan yang sama.

Puasa Ramadhan dilaksanakan pada Kamis, 17 Mei 2018. Sementara itu, beberapa kalangan juga sudah menetapkan bahwa Idul Fitri akan jatuh pada hari Jumat, 15 Juni 2018.

Dengan demikian, seluruh umat Islam bisa melaksanakan salat tarawih pada Rabu malam, tanggal 15 Mei 2018, atau malam Kamis.

Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur, Nadjib Hamid MSi mengungkapkan bahwa awal Ramadhan dipastikan berbarengan seluruh Indonesia karena saat akhir bulan Sya’ban, ijyimak terjadi setelah matahari terbenam. Dan posisi hilal saat matahari terbenam masih minus 0 derajat sekian menit.

Dalam perhitungan hisab haqiqi wujudul hilal yang dipedomani oleh Muhammadiyah, disebutkan bahwa ijtimak jelang Ramadhan terjadi pada hari Selasa Kliwon, 15 Mei 2018 M pada pukul 18:50:28 wib. Tinggi Bulan pada saat terbenam Matahari, di Yogyakarta = -00 derajat 02′ 50′ (hilal belum wujud).

Baca juga:  Memahami Inna Lillahi wa Inna Ilaihi Raajiuun

Nadjib menambahkan, kebersamaan juga akan terjadi pada Idul Fitri 2018 dengan lebih jelas lagi. Sebab, saat terjadi ijtimak akhir ke Syawal, posisi hilal sudah sangat tinggi, dan bisa dilihat oleh orang awam dengan mata telanjang sekali pun.

Niat dan doa puasa Ramadhan yang benar beserta artinya

Adapun niat dan doa puasa Ramadhan yang benar bersarta artinya adalah sebagai berikut:
“Nawaitu shauma ghodin ‘an adaa’i fardhi syahri romadhoona hadihis-sanati lillahi ta’aalaa.”

Artinya: Saya niat berpuasa esok hari untuk menunaikan fardhu di Bulan Ramadhan tahun ini karena Allah Ta’aala.

“Allahumma lakasumtu wabika aamantu wa’alaa rizqika afthortu birohmatika yaa arhamarroohimiin.”

Artinya: Ya Allah keranaMu aku berpuasa, dengan Mu aku beriman, kepadaMu aku berserah dan dengan rezekiMu aku berbuka (puasa), dengan rahmat MU, Ya Allah Tuhan Maha Pengasih

Bahasa Jawa

Niat puasa ramadhan bahasa Jawa pun bisa dilakukan. Pada dasarnya untuk berpuasa diberikan keleluasaan menggunakan bahasa Jawa. Kendati demikian, niat puasa Ramadhan bahasa Jawa pun kita tidak diperbolehkan ngawur. Tetap ada bacaan dari terjemahan bahasa Arab. Sehingga niat puasa Ramadhan apabila dibuat bahasa jawa seperti berikut:

Baca juga:  Beredar Video Driver Sembuhkan Penumpang Taksi Online yang Kesurupan, Aksinya Bikin Bertanya-tanya

“Niat insun poso ing dina sesuk saking anekani fedhune wulan Romadhon taun iki, kerono Allah ta’aala.”

Niat puasa Ramadhan selepas azan Subuh

Pada dasarnya, mengenai batasa dari waktu pembacaan niat dan doa puasa Ramadhan adalah mulai setelah maghrib hingga sebelum datangnya , yakni sebelu, waktu imsyak.

Akan tetapi imsya sebenarnya tidak menjadi ketentuan dari awal puasa, karena saat dimulainya puasa yaitu awal terbit fajar. Sehingga selain bisa dibacakan di malam hari, niat puasa Ramadhan juga bisa dilakukan saat sahur atau beberapa menit sebelum subuh.

Bagaimana juga niat puasa Ramadhan selepas azan subuh?

Jika seseorang niat puasa Ramadhan selepas azan subuh, maka puasanya tidak sah. Hal ini terdapat dalam hadist Sahih yang diterima dari Siti Hafshah, Rasulullah saw bersabda:

“Barang siapa yang tidak berniat akan berpuasa pada malam hari sebelum terbit fajar, maka tidaklah ia berpuasa.”

Baca juga:  Momen Bulan Ramadhan Anak Tahun 90-an yang Kini Mulai Memudar

Hadist yang diriwayatkan oleh lima orang ahli hadis (Kitab Nailul Authar, Jus VI, Halaman 269).

Akan tetapi untuk puasa sunah, seperti puasa senin dan kamis hukumnya boleh (SAH) Dengan catatan niat puasa sunah sebelum ZAWAL,yakni sebelum matahari condong ke arah barat. Dalilnya terdapat di dalam kitab Shahih Muslim, Jus 1, Halaman 467 berikut ini;

Dari Siti Aisyah Ummul Mu-minin. Ia berkata; Pada suatu hari Nabi Saw, telah datang ke rumah saya, beliau bertanya, “Adakah makanan padamu? Saya jawab ‘Tidak ada apa-apa’. Belia lalu berkata, ‘kalau begitu, baiklah sekarang saya puasa.'” (Riwayat Imam Muslim).

Bila puasanya puasa wajib, maka niat puasanya itu wajib di waktu malam sebelum terbit fajar atau sebelum datang waktu subuh, hal ini sudah tidak terdapat selisih pendapat lagi di kalangan para ulama, karena hadis riwayat Siti Hafshah di atas dengan tegas menyatakan.

Artikel ini sudah pernah tayang di Merdeka.com pada 8/5/2018 dengan judul “Niat dan doa puasa Ramadhan beserta ibadah sunnah yang harus dilakukan”.