Di Komik Detective Conan, Racun Mematikan Sianida Dipakai Untuk Membunuh

0
553
Detective Conan, Racun Mematikan Sianida
Detective Conan, Racun Mematikan Sianida

DimasBagus.com – Wanita cantik Wayan Mirna Salimin (27) atau Mirna tewas usai meminum kopi di Oliver Cafe, West Mal Grand Indonesia, Rabu (6/1) lalu. Dari hasil autopsi, Mirna diduga menenggak kopi yang bercampur dengan zat korosif alias zat yang bersifat perusak seperti racun mematikan sianida. Penyelidik Polda Metro Jaya menduga zat korosif inilah yang menyebabkan kerusakan organ dalam korban.

Detective Conan
Detective Conan

“Diduga zat korosif itu dicerna merusak sistem tubuh yang menyebabkan kematian,” kata Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Musyafak.

Apakah racun sianida? Bagi pencinta komik, manga atau anime Detective Conan tentu saja tak asing dengan nama racun sianida.

Baca juga:  Doa Dunia untuk `Bocah Ular` Indonesia

Dalam serial Conan, racun tersebut sering dijadikan alat pembunuh yang mematikan. Racun adalah salah satu alat pembunuhan karena mudah didapat di pasaran.

Gejala yang ditimbulkan selalu sama di Detective Conan dan kehidupan nyata. Korban biasanya pusing, mual, muntah, kehilangan kesadaran dan kesulitan bernapas bahkan meninggal dengan mulut mengeluarkan busa.

Sianida mampu mengacaukan sel dalam menerima oksigen di dalam tubuh. Racun sianida ini dapat berbentuk gas seperti hidrogen sianida atau dalam bentuk kristal seperti potasium sianida atau sodium sianida. Dalam novel misteri karya Agatha Christie ada juga penjelasan mengenai racun ini.

Di serial Conan atau kehidupan nyata, racun sianida dalam kasus pembunuhan biasanya dioleskan pada pinggir gelas, botol minum atau disuntikkan ke dalam batu es. Yang perlu dicermati, kontaminasi sianida tidak hanya terjadi saat zat tersebut masuk lewat mulut.

Baca juga:  Kocak, Aksi Penjambret Terkonyol Yang Pernah Ada Terekam CCTV

Kebanyakan kasus keracunan malah terjadi saat gas atau butiran serbuknya terhirup lewat udara. Serbuk sianida ini juga berbahaya jika menempel pada kulit karena akan segera larut oleh keringat kemudian dapat terserap masuk ke dalam tubuh melalui kulit.

Sianida bisa menjadi senjata pembunuh meski dalam dosis sangat rendah. Dengan dosis 200 mg sudah cukup untuk membunuh seseorang dengan berat badan rata-rata.

Baca juga:  Hari Ini 22 Juli 2014 Karyawan Diminta Pulang Lebih Awal

Keistimewaan sianida dibanding racun lain adalah reaksinya yang sangat cepat hingga kematian dapat terjadi hanya dalam hitungan menit. Sebagai contoh, jika mengonsumsi 1 gram sianida yang dilarutkan dalam air, dalam 15-45 detik akan kehilangan kesadaran (tergantung berat tubuh). Jika keadaan ini dibiarkan tanpa tindakan medis, korban dapat meninggal dalam waktu 30-45 menit karena gagal jantung.

Dalam serial Conan atau kisah detektif, biasanya kita bisa tahu kalau orang itu keracunan sianida dengan mencium aromanya yang seperti ‘bitter almond’. Namun tidak semua manusia bisa mengetahui aroma dari racun ini. Kemungkinan hanya 20 persen manusia yang dapat mengetahui aromanya.

*berbagai sumber*