Inilah 10 Makanan Pemicu Kanker

0
22
Makanan Pemicu Kanker
Makanan Pemicu Kanker

DimasBagus.web.id – Setiap tahun, 12 juta orang di dunia menderita kanker dan 7,6 juta di antaranya meninggal dunia. Di Indonesia revalensi tumor/kanker adalah 4,3 per 1000 penduduk. Kanker menjadi penyebab kematian ketujuh di Indonesia.

Yang lebih memprihatinkan, angka penderita kanker meningkat seiring perubahan gaya hidup di negara-negara berkembang salah satunya di negara kita tercinta ini gan. Dikutip dari berjambang.blogspot.com inilah 10 makanan pemicu kanker.

Makanan rekayasa genetik

1. Makanan Rekayasa Genetik

Makanan pemicu kanker yang pertama adalah makanan rekayasa genetik (genetically-modified organisms, GMO) dan zat kimia yang digunakan untuk memproduksinya terbukti mempercepat pertumbuhan tumor. Anda bisa menghindarinya dengan menyantap makanan bersertifikat organik, non-GMO, dan produk pangan lokal yang dihasilkan secara alami.

Daging olahan

2. Daging Olahan

Kebanyakan daging olahan seperti sosis dan kornet mengandung pengawet kimiawi yang membuatnya tampak segar dan menarik, namun memicu kanker. Sodium nitrit dan sodium nitrat berkaitan dengan meningkatnya risiko kanker usus besar dan jenis kanker lain secara signifikan. Pastikan Anda memilih produk daging yang dibuat tanpa kedua zat tersebut. Akan lebih baik lagi jika dagingnya berasal dari hewan pengonsumsi rumput, bukan padi-padian.

Baca juga:  Infografik : Aksi Intelejen Asing Yang Terbongkar

Popcorn microwave

3. Popcorn Microwave

Makanan pemicu kanker yang tidak sadari berikutnya adalah kantung pembungkus popcorn yang dimatangkan dengan microwave oven dilapisi perfluorooctanoic acid (PFOA). Menurut Environmental Protection Agency (EPA) Amerika Serikat, zat kimia ini bisa menyebabkan kanker hati, testis, dan pankreas serta kemandulan. Selain itu, kandungan diacetyl dalam popcorn juga berkaitan dengan kanker paru-paru.

Soda

4. Soda

Minuman bersoda yang tinggi gula, zat kimia, dan pewarna membuat tubuh menjadi asam dan memberi makan sel-sel kanker. Zat pewarna yang umum digunakan seperti pewarna karamel dan zat turunannya, 4-methylimidazole (4-MI), juga bisa memicu kanker.

Makanan diet

5. Makanan Diet

Makanan diet baik untuk kesehatan? Belum tentu. Di dalamnya banyak terkandung pemanis buatan seperti aspartam, sukralosa, sakarin, dll. Menurut European Food Safety Authority (EFSA), alternatif gula ini dapat menyebabkan cacat lahir dan menjadi makanan pemicu kanker.

Baca juga:  'Dewi Keadilan' Muncul di Tengah Sidang Kasus Cebongan

Tepung yang dimurnikan

6. Tepung yang Dimurnikan

Tepung putih atau tepung yang sudah dimurnikan merupakan bahan baku yang mudah dijumpai di mana-mana. Namun, sebuah studi yang dimuat di jurnal Cancer Epidemiology menunjukkan bahwa konsumsi karbohidrat yang dimurnikan secara rutin berkaitan dengan peningkatan risiko kanker payudara sebanyak 220% pada wanita. Makanan tinggi indeks glikemik (GI) juga dapat meningkatkan kadar gula darah secara cepat sehingga memicu pertumbuhan dan penyebaran sel-sel kanker.

Gula yang dimurnikan

7. Gula yang Dimurnikan

Tak hanya pengawet buatan, gula yang dimurnikan seperti sirup jagung tinggi fruktosa juga mendorong pertumbuhan sel kanker. Jenis pemanis ini cenderung menaikkan kadar insulin dengan cepat, sehingga sel kanker dengan mudah dan cepat memetabolisirnya untuk berkembang biak. Sirup jagung tinggi fruktosa banyak terdapat pada cookies, cake, soda, jus, saus, dan sereal.

Buah - Buahan Yang terkena Pestisida

8. Buah – Buahan Yang terkena Pestisida

Apel, anggur, dan strawberry bisa menjadi makanan pemicu kanker karena pestisidanya. Environmental Working Group (EWG) menemukan bahwa 98% hasil panen konvensional terkontaminasi pestisida penyebab kanker. Sebisa mungkin, belilah produk organik atau yang bebas pestisida.

Baca juga:  Heboh! Lurah Cantik di Kota Bandung

Salmon ternak

9. Salmon Ternak

Salmon sering disebut sebagai salah satu ikan yang memiliki banyak manfaat kesehatan. Namun, menurut Dr. David Carpenter dari University of Albany, Amerika Serikat, salmon ternak merupakan salah satu makanan yang berisiko tinggi memicu kanker. Salmon ini tak hanya mengandung vitamin D lebih sedikit, tapi juga sering tercemar zat kimia karsinogenik, PCB (polychlorinated biphenyl), flame retardant, pestisida, dan antibiotik.

Minyak Terhidrogenasi

10. Minyak Terhidrogenasi

Minyak terhidrogenasi umum digunakan untuk mengawetkan makanan olahan. Namun, minyak jenis ini mengubah struktur dan fleksibilitas membran sel di seluruh tubuh yang bisa menyebabkan sejumlah penyakit seperti kanker. Beberapa produsen mulai menghapuskan penggunaan minyak terhidrogenasi dan menggantinya dengan alternatif yang lebih aman seperti minyak sawit. Meski demikian, lemak trans masih digunakan secara luas pada makanan olahan.