Patukan Rudal Hellfire dan Adiknya DAGR

0
54
Rudal DAGR dan Hellfire
Rudal DAGR dan Hellfire

DimasBagus.com – Dari helikopter Apache AH-64 yang menghantam tank T-72 Garda Republik, Saddam Husein, hingga drone Predator CIA yang menembak salah satu Letnan pilihan Al Qaeda, rudal Hellfire AGM-114 telah menjadi senjata pilihan bagi Perang Dunia Melawan Terror.

Rudal DAGR
Rudal DAGR

Sebentar lagi senjata kecil yang dapat membawa muatan besar yang dipasang di kendaraan perang, akan memiliki kemampuan misi serangan presisi rudal Hellfire, dan salah satu dari senjata itu adalah Direct Attack Guided Rocket, atau dikenal dengan DAGR.

Sulit untuk benar-benar memahami bagaimana rudal dan hulu ledak berteknologi tinggi ini bekerja di medan perang karena sifatnya yang terbang dengan cepat ke target dan meledak dengan kekuatan brutal dalam sekejap. Itulah sebabnya video slow motion seperti tes Video Lockheed Martin di bawah, sangat menarik untuk ditonton karena bercerita tentang bagaimana sebuah rudal Hellfire atau DAGR menyelesaikan pekerjaannya, mengorbankan dirinya dalam proses tersebut.

Baca juga:  4 Jam, 140 Orang Pesan Honda CBR150R

Rudal Hellfire II akurat dan kuat, tapi mahal. Sementara Roket Hydra 70 relatif murah tapi tidak terarah (unguided) dan jauh dari akurat, yang menyebabkan tingkat kerusakan sasaran menjadi rendah. Kini dengan menggabungkan bimbingan rudal Hellfire dan peluncur dengan hulu ledak dan propelan Hydra, Lockheed telah menciptakan hybrid baru yang mematikan, Direct Attack Guided Rocket (DAGR).

DAGR Guide Rocket
DAGR Guide Rocket

Rudal DAGR merupakan kombinasi dari roket Hydra 70mm dengan sistem dan peluncur Hellfire II, yang membuat guided roket ini lebih kecil dan murah untuk menghasilkan mesiu presisi yang mampu merontokkan target lapis baja ringan yang berada dekat warga sipil atau diantara pasukan teman yang harus dihancurkan.

Baca juga:  Puluhan Tank Leopard Tiba di Indonesia

Sistem Hellfire II membawa muatan 20 pound bahan peledak high explosive yang sering melukai orang-orang di dekat target. Sementara roket Hydra 70mm hanya membawa sekitar 2,3 pound bahan peledak high explosive di di hulu ledak M151-nya dan menghasilkan kerusakan lebih sedikit.

Masalahnya adalah Anda ingin mendapatkan Hydra untuk dibawa pergi ke mana Anda inginkan-sebagai amunisi terarah.

“Pilot di medan peperangan telah menyatakan keinginan untuk mendapatkan roket berpandu yang bisa menembak target dengan tepat, namun meminimalkan kerusakan di sekitarnya,” kata Jerry Brode, Manager Program DAGR di Lockheed Martin Missiles and Fire Control. Terlebih lagi, Hydra adalah roket yang kini menjadi warisan teknologi masa lalu dan telah digantikan oleh yang lebih besar, Hellfire II. DAGR hadir untuk memecahkan semua masalah tersebut.

Baca juga:  Smartphone Tipis OPPO R5, Bisa Memotret Saat Layar Mati

Lockheed melengkapi roket Hydra 70 roket dengan Joint Air-to-Ground Missile system milik Hellfire dengan penghunaan pencitraan infra merah, laser semi-aktif, dan radar gelombang milimeter untuk pembimbing roket Hydra.

Rudal DAGR dan Hellfire
Rudal DAGR dan Hellfire

Hal ini memungkinkan roket Hydra yang sebelumnya tidak terarah, kini memiliki kemampuan lock-on-after-launch (LOAL) and lock-on-before-launch (LOBL). DAGR juga bisa plug-and-play dengan peluncur M299 Hellfire dan bisa diangkut oleh semua kendaraan lapis baja.

Sistem DAGR telah menyelesaikan pengujian tembakan langsung di sejumlah pesawat rotary seperti Apache, Cobra, dan helikopter Tiger, dan UAV Little Bird.

foxtrotalpha.jalopnik.com & gizmodo.com

Sumber: [wp_colorbox_media url=”http://jakartagreater.com/patukan-rudal-hellfire-dan-adiknya-dagr/” type=”iframe” hyperlink=”JKGR”]