4 Fakta Miris Samai Sodomi Ratusan Bocah di Tegal

0
252
Samai Sodomi Ratusan Bocah di Tegal
Samai Sodomi Ratusan Bocah di Tegal

DimasBagus.web.id – Samai, tersangka kasus laki-laki membuat gempar, setelah sebelumnya ada Emon yang juga dengan kasus yang sama. Peristiwa kali ini menimpa sejumlah anak di Tegal, Jawa Tengah. Kejadian miris tersebut berhasil diungkap Polres Tegal dengan menangkap pelakunya Samai alias Ropii (45), warga Desa Lebaksiu Lor RT 02 RW 02 Kecamatan Lebaksiu, Kabupaten Tegal.

Penangkapan tersebut berlangsung tidak lama setelah Samai selesai menjalani ibadah salat Jumat. Sejumlah pengakuan meluncur begitu saja dari mulut Samai, ia mengaku telah menyodomi ratusan anak sejak empat tahun lalu.

Sampai saat ini, polisi baru memeriksa enam korban sodomi yang dilakukan Samai, antara lain AS (13) warga Desa Kudaile Kecamatan Slawi, AR (13) warga Kelurahan Procot Kecamatan Slawi, Kabupaten Tegal, IB (13) warga Desa Kudaile, AS (12) warga Dukuh Langon Desa Kudaile, NA (14) warga Desa Slawi Kulon dan IJ (13) warga Desa Kendalserut, Kecamatan Slawi.

Berikut 4 fakta miris Samai sodomi ratusan bocah di Tegal yang dirangkum merdeka.com:

Baca juga:  Pembelian Heli Serang Apache, Masih Nego

1. Mengaku sodomi ratusan bocah

Samai - Mengaku Sodomi Ratusan Bocah
Samai – Mengaku Sodomi Ratusan Bocah

Aparat kepolisian berhasil menangkap Samai di rumahnya pada Jumat (9/5) lalu. Pelaku pun langsung digiring ke Mapolsek Tegal untuk menjalani serangkaian pemeriksaan.

Kapolres Tegal, AKBP Tommy Wibisono menyebutkan penangkapan dilakukan setelah seorang korban berinisial EM (14) melapor pada 2 Mei 2014 lalu. Saat diperiksa, Samai bahkan membuat pengakuan cukup mengejutkan, dia telah mencabuli ratusan anak-anak.

Perbuatan tersebut diakui Samai sudah dilakukannya sejak 2011 lalu. Bahkan, dia mengaku sudah lupa identitas seluruh korbannya.

“Kami baru memeriksa enam orang korban,” ungkap Tommy di kantornya, Minggu (11/5).

2. Sodomi di rumah dan tepi sungai

Samai - Sodomi di Rumah dan Tepi Sungai
Samai – Sodomi di Rumah dan Tepi Sungai

Penangkapan Samai bermula dari laporan salah satu korban berinisial EM. Bersama orang tuanya, dia melapor telah diperlakukan tidak senonoh oleh pelaku.

Dari pengakuan korban EM, perbuatan Samai dilakukan pada Maret 2014 di tepi sungai di Desa Kambangan, Kecamatan Lebaksiu, Kabupaten Tegal. Diduga, perbuatan itu dilakukannya saat kondisi sekitar dalam keadaan sepi.

Baca juga:  Fakta Tentang Prabowo Subianto 1: Mengenal Asal Usul Prabowo

Tak hanya itu, dalam beberapa kesempatan Samai juga membawa korbannya ke dalam rumah. Tindakan itu dia lakukan agar tidak diketahui warga sekitar.

Kini, Samai telah mendekam di balik jeruji besi Mapolsek Tegal untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Samai pun terancam dipidana 15 tahun sesuai Pasal 82 UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

3. Janji ajari sulap

Samai - Janji Ajari Sulap
Samai – Janji Ajari Sulap

Sebelum menjalani aksinya, Samai mengaku mengiming-imingi korban untuk diajari sulap, yakni mengubah daun menjadi uang. Namun, hal itu tidak diberikan secara cuma-cuma, anak tersebut harus memenuhi syarat yang ditentukan pelaku, yakni memenuhi hasrat seksualnya.

“Sebelum beraksi, pelaku ini berjanji akan mengajari korbannya mengubah uang dari daun. Syaratnya itu, harus melakukan onani dan seks oral,” ungkap Kapolres Tegal, AKBP Tommy Wibisono di Mapolres Tegal, Jawa Tengah, Minggu (11/5).

Tak hanya itu, selain menjanjikan untuk mengajari sulap, Samai juga memberikan beberapa benda kepada para korbannya. Benda-benda tersebut antara lain tasbih, cincin dan ember.

Baca juga:  Video Kapten Kapal Feri Sewol Lari Saat Kapal Mulai Miring

Para korban yang setuju lantas dibawa ke tempat sepi, salah satunya tepi sungai di Desa Kambangan, Kecamatan Lebaksiu, Kabupaten Tegal. Tak hanya itu, pencabulan juga pernah dilakukan Samai di dalam rumahnya.

4. Pernah disodomi

Samai - Pernah di Sodomi
Samai – Pernah di Sodomi

Aparat kepolisian Tegal berhasil meringkus Samai alias Ropii (45), pelaku pencabulan terhadap ratusan anak-anak. Berbagai cara dilakukan agar calon korbannya mau memenuhi hasrat seksualnya, termasuk mengimingi mereka untuk mengajari sulap mengubah daun menjadi uang.

Sebuah pengakuan juga diungkap Samai, dia menjadi korban sodomi oleh seorang pria yang tak dikenalnya saat masih di Jakarta. Saat kejadian itu, Samai masih berusia delapan tahun.

“Sewaktu masih usia delapan tahun saya pernah menjadi korban juga. Pelakunya seorang pria yang tidak saya kenal. Waktu itu kejadiannya di Jakarta,” bebernya.

Selama menjalani pemeriksaan, Samai menolak memberikan identitas korban yang telah digagahinya di tepi sungai. Bahkan, ia juga mengaku menyodomi sejumlah anak-anak di dalam rumah demi menutupi perbuatannya dari warga sekitar.

Sumber: Merdeka.com