Ramai Tagar #BPJSMencekik dan #RezimLepasTanggungJawab

Terkait kenaikan iuran BPJS terasa memberatkan bagi rakyat kecil.

0
30
Ramai Tagar BPJS Mencekik dan Rezim Lepas Tanggung Jawab
Ramai Tagar BPJS Mencekik dan Rezim Lepas Tanggung Jawab

DimasBagus.com – Ramai Tagar #BPJSMencekik dan #RezimLepasTanggungJawab. Usulan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati supaya iuran BPJS Kesehatan dinaikkan 100 persen dengan alasan untuk menutup defisit, menuai kritikan dari warganet di media sosial Twitter.

Promo Perlengkapan Bayi

Lalu, muncul tagar #BPJSMencekik. Berdasarkan pantauan VIVA, sudah ada 2.699 cuitan atau tweets soal tagar ini.

Selain itu, ada pula tagar #RezimLepasTanggungJawab. Tagar ini mengkritik kinerja Presiden Jokowi mengenai isu yang sedang hangat sekarang, seperti kasus Ustaz Abdul Somad (UAS), ibu kota baru di Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara, keduanya di Kalimantan Timur, serta program Nawa Cita.

Hingga kini, cuitan untuk tagar ini mencapai 5.662 tweets. Keduanya menjadi trending topic di Twitter pada Rabu, 28 Agustus 2019. Berikut cuitan-cuitan pedas para warganet atas dua tagar tersebut.

1. Uang BPJS Kita Pake Buat Jajan Cincau Dawet

 

2. Mirisss.#RezimLepasTanggungJawab 😭

 

3. 🤣🤣 trwakilkan.. koploks! Ga gituhh jugak keleeuus, neng rere mah ga hobbi ngerebut2 cowo orang, CATET!! #BPJSMencekik #BPJSMencekik

 

4. Kita Bukan BODOH

Kita Bukan BODOH
Tapi DIBODOHKAN

Kita Tidak MISKIN
Tapi DIMISKINKAN

Oleh REZIM
Oleh Sebuah SISTEM Yaitu#RezimLepasTanggungJawab

5. Segala sesuatu ada harga karena ada UANG.

 

6. Hemmm mau ngomong apa lagi…😭#RezimLepasTanggungJawab

Artikel ini sudah pernah tayang di VIVA.co.id pada (28/8/2019) dengan judul “Menuju Viral, Tagar #BPJSMencekik dan #RezimLepasTanggungJawab”.

Jika Hari Ini Pemilihan Presiden 2019, Anda Pilih Siapa?
  • Prabowo Subianto & Sandiaga Uno 50%, 124 votes
    124 votes 50%
    124 votes - 50% of all votes
  • Joko Widodo & Ma'Ruf Amin 50%, 122 votes
    122 votes 50%
    122 votes - 50% of all votes
Total Votes: 246
13/08/2018 - 26/04/2019
Voting is closed