Indonesia Beli 8 Helikopter Apache AS

0
242
Apache AH 64D Longbow
Apache AH 64D Longbow

Kementerian Pertahanan RI telah menandatangani kesepakatan pembelian delapan helikopter serang jenis Apache AH-64 dari Amerika Serikat.

Hal itu terungkap dalam kunjungan Menteri Pertahanan AS, Chuck Hagel, yang bertandang ke Indonesia hari ini, Senin 26 Agustus 2013. Hagel tiba di tanah air hari ini usai menyambangi Malaysia.

Dalam keterangan pers di Gedung Kementerian Pertahanan, Menhan Poernomo Yusgiantoro, mengatakan akan membentuk satu skuadron helikopter Apache bagi TNI Angkatan Darat.

Menhan memutuskan membeli helikopter tersebut dalam rangka memodernisasi alutsista TNI yang sudah usang. Hampir 20 tahun lebih, kata Poernomo, Indonesia belum membeli peralatan militer baru.

Baca juga:  Video: Rinspeed SQuba, Mobil Amfibi yang Bisa Menyelam

“Kami membelinya sebagai bagian dari upaya modernisasi peralatan perang militer Indonesia. Kami akui bahwa kualitas militer Indonesia masih rendah, oleh sebab itu akan terus diperbaiki,” kata Poernomo.

Mengapa baru membeli Helikopter Serang Apache AH-64 saat ini, mantan Menteri ESDM itu beralasan karena ketiadaan biaya saat krisis ekonomi masih menghantam Indonesia. Sehingga pemerintah memfokuskan pada pemulihan ekonomi ketimbang modernisasi peralatan militer.

“Nah, kini setelah perekonomian kami membaik, pemerintah mulai menganggarkan dana,” kata Poernomo.

Namun, dia mengakui proses modernisasi peralatan militer Indonesia tidak dapat dilakukan secara cepat. Butuh proses dan harus dieksekusi secara bertahap.

Baca juga:  6 Key Pointers SEO 2014

Dia pun membantah anggapan yang menyebut upaya Kemhan memperbarui peralatan militer karena ingin bersaing dengan negara lain yang kini tengah gencar melakukan hal serupa seperti Filipina dan China. Poernomo menyebut memperbarui alutsista tidak hanya untuk kepentingan perang semata, namun dapat ditujukan bagi upaya penanggulangan bencana.
“Kami membantah ini semua untuk bersaing,” tegasnya.

Informasi yang diperoleh dari Wakil Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin, Indonesia akan membeli delapan helikopter itu senilai US$600 juta atau Rp6,4 miliar. Diharapkan pada Oktober 2014 nanti sudah mulai tiba di Indonesia secara bertahap.¬† “Helikopter itu lengkap dengan persenjataan dan spare part-nya,” kata Sjafrie.

Baca juga:  Ini Kehebatan Pesawat F-16 C/D k 52 ID yang akan Perkuat TNI AU

Helikopter AH-64 Apache merupakan kendaraan tempur yang dapat digunakan di semua keadaan cuaca. Alutsista itu dikendalikan oleh dua awak dan persenjataan utamanya adalah sebuah meriam rantai M230 30 mm yang terletak di bawah.

Helikopter milik AD AS ini pernah digunakan dalam operasi-operasi invasi Negeri Paman Sam ke Panama tahun 1989 silam, perang teluk, Afganistan dan Iraq.