Mengenal Apa Itu Stroke, Penyebab dan Pentingnya Rehabilitasi Penyembuhan Paska Stroke

0
44
Apa Itu Stroke, Mengenal Stroke, Penyebab Stroke, Rehabilitasi Stroke
Apa Itu Stroke, Mengenal Stroke, Penyebab Stroke, Rehabilitasi Stroke

DimasBagus.web.id – Jika di Amerika Serikat, stroke menjadi penyebab utama kematian. Di Indonesia, penyebab stroke dan jantung selalu bersaing sebagai penyebab utama kematian. Di Indonesia, stroke menempati posisi ketiga sebagai penyakit yang mematikan. Agar kita lebih tau tentang apa itu stroke, yuk simak penjelasannya di bawah ini.

Definisi Stroke

Seperti dikutip dari WebMD, Selasa (25/6/2013), stroke merupakan kondisi ketika pembuluh darah di otak pecah. Tanpa pengobatan, sel-sel di otak dengan cepat mulai mati. Hasilnya bisa menyebabkan cacat serius hingga kematian.

Sedangkan Naturalnews memberikan definisi bahwa stroke merupakan kondisi ketika salah satu sel tidak berfungsi karena tidak cukupnya oksigen. Ini disebabkan oleh aliran darah yang tidak lancar sehingga pasien stroke akan kehilangan kemampuannya untuk bicara dan masalah ingatan lainnya.

Stroke, Penyebab Stroke
Stroke, Penyebab Stroke

Gejala Stroke

Tanda-tanda stroke:

Mati rasa mendadak atau tubuh merasa lemah sebagian
Mendadak salah satu atau kedua mata sulit melihat, dan juga kesulitan menelan.
Tiba-tiba, sakit kepala berat yang tidak diketahui penyebabnya.
Pusing, sulit berjalan, dan sulit menjaga keseimbangan.
Tiba-tiba kebingungan, kesulitan berbicara atau memahami orang lain.
Gejala lainnya sering dikaitkan dengan seringnya salahnya seseorang menuliskan pesan teks di handphone

Faktor risiko stroke

Pria di atas usia 55 tahun
Semua ras, Afrika, Amerika, Asia
Seorang dengan riwayat keluarga stroke
Tekanan darah tinggi
Kolesterol tinggi
Perokok
Diabetes
Obesitas
Penyakit kardiovaskular lain
Tinggi kadar asam amino dalam darah
Peminum dan pengonsumsi kokain
Depresi
Penelitian menyebutkan laki-laki yang bercerai dan berpisah dengan keluarganya juga berisiko

Baca juga:  Yuk Mengenal 8 Polwan Cantik di Indonesia

Cara mendiagnosis stroke

Pemeriksaan fisik seperti tes tekanan darah, kolesterol, gula darah, dan amino
Ultrasound
Arteriography, pemeriksaan menggunakan X-ray
Computerized tomography (CT) scan, skrining 3 dimensi yang dapat melihat sejauh mana kondisi pendarahan pada otak
Magnetic Resonance Imaging (MRI), skrining 3 dimensi untuk melihat risiko stroke
CT dan MRI dengan angiography
Echocardiography, melihat kurva jantung
Tes pergerakan mata.

Mencegah stroke

Rutin mengontrol gula darah
Tidak merokok
Mengurangi konsumsi sodium, lemak dan makanan berkolesterol tinggi
Ikuti diet sehat
Olahraga teratur
Manajemen stres
Tidak menggunakan obat-obatan terlarang
Sebuah penelitian tidak menganjurkan seseorang dengan faktor risiko minum teh tiga kali sehari
Berjalan setidaknya 210 menit setiap minggu. Ini juga berlaku bagi wanita.

Penyebab

Pasien stroke biasanya mengalami kematian akibat kekurangan oksigen. Sel-sel otak akan mati dalam beberapa menit. Maka itu banyak anjuran yang menyatakan bahwa jika seorang mendapati gejala tersebut, segera ke rumah sakit. Karena sebetulnya ada obat yang bisa membantu tapi waktu pasien tidak bisa lebih dari tiga jam setelah mengatahui gejalanya.

Setelah jaringan otak telah mati, bagian tubuh yang dikontrol tidak akan bekerja dengan baik. Inilah sebabnya mengapa stroke merupakan penyebab cacat jangka panjang.

Pengobatan

Hingga saat ini pengobatan untuk stroke biasanya dihubungkan dengan obat penurun kolesterol dan depresi seperti aspirin, heparin, atau plasminogen. Namun pengobatan ini hanya bisa diberikan pada pasien stroke yang merasakan gejala dalam kurun waktu 3 jam. Setelah itu biasanya pasien melakukan tindakan operasi yang bertujuan membuka arteri.

Baca juga:  10 Manfaat Minum Air Putih Saat Perut Kosong

Sumber: [wp_colorbox_media url=http://health.liputan6.com/read/622233/stroke-pecahnya-pembuluh-darah-otak-yang-sebabkan-kematian” type=”iframe” hyperlink=”Liputan 6″]

Rehabilitasi Penyembuhan Paska Stroke
Rehabilitasi Penyembuhan Paska Stroke

Pentingnya Rehabilitasi Penyembuhan Paska Stroke

Rehabilitasi penyembuhan paska stroke merupakan bagian penting dari proses pemulihan penderita stroke. Tujuan dari rehabilitasi paska stroke adalah membantu  penderita mempelajari kembali fungsi tubuh yang terganggu.

Apa itu Stroke?

Stroke terjadi saat aliran darah tidak dapat mencapai bagian dari otak dan menyebabkan sel-sel pada bagian jaringan otak tersebut mati. Otak sendiri berfungsi mengatur pergerakan, rasa, berpikir, dan bertingkah laku. Stroke dapat menyebabkan kerusakan pada fungsi-fungsi tersebut.

Berikut adalah gangguan atau efek tersering yang disebabkan stroke:

Kelemahan atau kelumpuhan satu sisi tubuh
Gangguan berbicara dan bahasa
Gangguan keseimbangan dan pergerakan yang kurang terkoordinasi
Rasa kesemutan atau baal pada satu sisi tubuh
Gangguan menelan
Gangguan pengaturan fungsi berkemih dan buang air besar
Gangguan daya ingat, berpikir, dan kemampuan memecahkan masalah
Ketidakmampuan untuk bergerak dan mengurus diri sendiri

Berikut adalah gangguan atau efek tersering yang disebabkan stroke:

Kelemahan atau kelumpuhan satu sisi tubuh
Gangguan berbicara dan bahasa
Gangguan keseimbangan dan pergerakan yang kurang terkoordinasi
Rasa kesemutan atau baal pada satu sisi tubuh
Gangguan menelan
Gangguan pengaturan fungsi berkemih dan buang air besar
Gangguan daya ingat, berpikir, dan kemampuan memecahkan masalah
Ketidakmampuan untuk bergerak dan mengurus diri sendiri

Baca juga:  Wiranto Dipanggil Bawaslu, Tidak Hadir

Rehabilitasi Penyembuhan Paska Stroke

Dalam masa rehabilitasi, penderita stroke akan belajar bergerak, berpikir, dan merawat diri sendiri. Rehabilitasi tidak dapat menyembuhkan efek-efek yang ditimbulkan stroke, namun dapat membantu penderita stroke untuk mengoptimalkan fungsi tubuhnya.

Rehabilitasi akan memberikan hasil yang optimal bila dilakukan dalam 3 bulan pertama paska stroke. Meskipun perkembangan pemulihan yang optimal didapatkan dalam jangka waktu tersebut, proses pemulihan berlangsung seumur hidup. Oleh karena itu, sangatlah penting untuk memulai rehabilitasi sedini mungkin dan secara berkesinambungan. Rehabilitasi dimulai sejak penderita dirawat di rumah sakit dan dapat dilanjutkan secara rawat jalan, atau di rumah dengan perawatan tim rehabilitasi home care.

Pemilihan jenis terapi yang diperlukan akan disesuaikan dengan kondisi penderita stroke dan apa yang dibutuhkan supaya penderita stroke dapat mandiri. Tim rehabilitasi medis, yang terdiri dari dokter spesialis rehabilitasi medis, perawat, fisioterapis, terapis wicara, terapis okupasi, dokter spesialis gizi, dan psikiater, akan melakukan pengkajian dan menentukan perencanaan terapi yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan penderita stroke, antara lain:

Ketrampilan perawatan diri, seperti makan, mandi, berpakaian, dan lain-lain
Ketrampilan pergerakan, seperti berjalan, menggunakan kursi roda, dan lain-lain
Ketrampilan berbicara dan berbahasa untuk meningkatan komunikasi
Ketrampilan sosial untuk berinteraksi dengan orang lain

Satu hal yang harus kita tekankan, kesuksesan terapi rehabilitasi paska stroke sangat tergantung sari dedikasi dan motivasi pasien serta keluarga sepanjang proses rehabilitasi

Sumber: [wp_colorbox_media url=http://www.ekahospital.com/rehabilitation-as-the-important-stroke-treatment” type=”iframe” hyperlink=”EKA Hospital”]