Pesawat Tempur Siluman Indonesia (IFX) Sebagai Pengganti F-16

0
207
IFX Internal Weapon Bay
IFX Internal Weapon Bay

DimasBagus.web.id – Direktur Utama Korea Aerospace Industries Ha Sung Yong yakin pesawat tempur siluman Korean Fighter Xperiment/Indonesia Fighter Xperiment yang sedang dikembangkan bersama Indonesia dapat menggantikan pesawat F-16 di masa datang.

Menurut Sung Yong (13/02/2014), pesawat tempur K/IFX apabila dikembangkan dapat dijadikan sebagai pesawat pengganti F16 dan F4 pada 2025.

Pesawat Tempur Siluman Indonesia
Radar KFX-C103-iA Korea menggunakan active electronically scanned array (AESA)/ active phased array radar dan sistem sensor optik “Electro-Optical Distributed Aperture System” EODAS. Sistem EODAS dari KFX tempur-C103-iA diatur di depan kokpit kaca depan. Desain ini mirip dengan tata letak pada Su-30/35 atau tempur SU T-50 Rusia

Pengganti F-16 pada 2025 akan sangat dibutuhkan, saya percaya dengan kerjasama yang kuat kami dapat memenuhi pengganti F16 di masa yang akan datang,” jelasnya saat ditemui seusai acara serah terima pesawat tempur T-50i Golden Eagle di Lanud Halim Perdanakusuma, Kamis (13/02/2014)
Selain itu Sung Yong juga yakin proyek pengembangan pesawat tempur siluman bersama ini akan sukses karena lima alasan, yang pertama karena Korea dan Indonesia adalah sahabat yang istimewa. Kedua, karena secara geografis letak kedua negara sangat dekat.

Baca juga:  Lockheed Martin Rancang Pesawat Hipersonik SR-72
Mock-up Pesawat Tempur KFX / IFX
Mock-up Pesawat Tempur KFX / IFX

Alasan ketiga adalah karena kondisi geografis yang memungkinkan untuk menjalin komunikasi yang efisien dan efektif dalam mengembangkan pesawat.

Alasan keempat karena budaya kedua negara memiliki banyak kesamaan yang memudahkan untuk saling mengerti. Sementara alasan terakhir, Sung Yong mengatakan dari segi teknologi, Indonesia memiliki kesamaan dalam pengembangan pesawat dan helikopter.

Setelah proyek pengembangan bersama KFX/IFX dihentikan dan dilanjutkan pada Januari 2014, Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro berharap pada 2020 prototipe pesawat dapat ditampilkan dan akan mulai diproduksi pada tahun berikutnya. (news.bisnis.com).