Komisi I DPR : Militer Indonesia Lebih Hebat Dibanding Australia

0
164
Globa Fire Power 11 April 2013
Globa Fire Power 11 April 2013

Wakil Ketua Komisi I bidang Luar Negeri dan Pertahanan DPR Tubagus Hasanudin mengapresiasi sikap tegas Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang menghentikan kerjasama dan intelijen dengan Australia.

Promo Perlengkapan Bayi

Dalam keterangan pers hari ini, Rabu 20 November 2013, Presiden SBY menyatakan, akan menghentikan sementara semua kerjasama militer dan intelijen antara kedua negara.
Kata Tubagus, seharusnya Indonesia juga berani memutus kerjasama di bidang lainnya, misalnya perdagangan dan imigrasi. “Demi sebuah kedaulatan, kita harus keras. Tetapi jangan emosional,” kata Tubagus di Gedung DPR, Jakarta.

Baca juga:  Video: 2 Pria Ini Adu Jotos di Istora Senayan Setelah Twitwar Soal Jokowi

Menurut dia, berdasarkan pengalaman di masa lalu, hubungan Indonesia dan Australia selalu pasang-surut. Sehingga, Indonesia tak perlu khawatir hubungan persahabatan dengan Australia benar-benar selesai.

“Ini pembelajaran, kita punya harga diri, marwah dan kedaulatan,” kata dia.

Dengan dihentikannya kerjasama militer, purnawirawan TNI berpangkat Mayor Jenderal ini menilai tidak akan berpengaruh pada Indonesia.

“Militer kita, kita yang membangun. Sementara militer Australia hanya bersandar pada Amerika. Militer Australia itu tidak ada apa-apanya dibanding militer Indonesia,” kata dia. Bahkan, kata dia, militer Indonesia adalah yang paling baik nomor lima di (Red: Mungkin Wartawan Salah Tulis).

Berdasarkan data Global Firepower terbaru, militer Indonesia berada di peringkat 15, dari 68 negara di dunia yag disurvei. Sementara Australia berada di peringkat 23. Lihat perbandingan militer kedua negara di tautan ini Global Fire Power.

Baca juga:  Menhan Bantah Beli Kapal Selam untuk Hadapi Ancaman Australia

Soal intelijen, menurutnya, Australia lah pihak yang paling rugi. “Coba lihat Bom I dan II, yang menjadi target kan mereka. Secanggih apapun alat yang mereka gunakan, tetapi kalau tidak bisa menginjak tanah Indonesia, akan sulit,” tuturnya.

Dia juga berharap, agar secepatnya Duta Besar Australia di Jakarta segera kembali ke negerinya. “Kalau menurut hemat saya, supaya tidak malu ngepak barang saja,” kata politisi PDIP ini.

Baca juga:  Kapal Intai Tanpa Awak Bonefish akan Diujicoba di Indonesia

Sumber : VIVA

Jika Hari Ini Pemilihan Presiden 2019, Anda Pilih Siapa?