Ini Perbandingan Mesin Jet Tempur Sukhoi Su-35 Vs F-22 Raptor Amerika

Kira-kira dari data berikut ini, apakah Su-35 dapat mengimbangi?

0
61
Perbandingan Mesin Pesawat Tempur Sukhoi Su-35 Vs F-22 Raptor
Engineers check specials vectored thrust jet engines of a Sukhoi Su-35 fighter after a flying display, two days before the Paris Air Show, at the Le Bourget airport near Paris, June 15, 2013. The Paris Air Show runs from June 17 to 23. REUTERS/Pascal Rossignol

DimasBagus.com – Indonesia tak lama lagi akan memiliki Su-35. yang memiliki julukan “Flanker-E” ini akan diboyong ke Indonesia sebanyak 11 unit. Memiliki kemampuan yang handal dan manuver yang mengagumkan, apakah dapat mengimbangi Amerika? Berikut perbandingan Su-35 dengan Amerika.

Hingga kini China telah menerima 14 jet tempur multirole . “Satu batch lagi dari 10 pesawat telah dikirim ke pelanggan. China akan menerima 10 pesawat yang tersisa pada 2018, “kata sumber kepada kantor berita TASS, yang dirilis thediplomat.com, 4/1/2018.

Empat pesawat pertama dipasok akhir tahun 2016 dan batch kedua dari 10 jet dikirimkan ke pelanggan tahun 2017. China menandatangani kontrak senilai $ 2 miliar untuk 24 pesawat tempur Su-35 pada bulan November 2015.

China pertama kali menyatakan ketertarikannya pada Su-35 di tahun 2008; perundingan resmi dimulai pada 2011. Kesepakatan awal tercapai pada 2012.

Mengapa China tertarik dengan Su-35 ini ?

Su-35S (nama NATO: Flanker-E) adalah pesawat tempur generasi keempat bermesin ganda, mesin kembar multirole yang didukung oleh dua mesin turbofan AL-117S. Su-35S adalah varian terbaru dari seri Flanker Rusia.

Salah satu alasan ketertarikan China pada Su-35 adalah mesin turbofan AL-117S-nya. Rusia telah berulang kali menolak untuk menjual mesin sebagai produk yang berdiri sendiri, yang meninggalkan PLAAF dengan sedikit pilihan selain mengakuisisi seluruh pesawat. Industri penerbangan China masih berjuang dengan merancang dan membangun sebuah mesin untuk prototipe tempur stealth generasi kelima yang baru, Chengdu J-20.

Baca juga:  Rudal Hellfire II AGM-114R Indonesia

Hingga saat ini Chengdu J-20 masih menggunakan mesin AL-31FN dengan 28,000 lbf dan AL-31FN Series 3 dengan 30,200 lbf.

China kemungkinan akan mencoba untuk merekayasa balik (reverse engineer) bagian mesin turbofan AL117S.

Pesawat J-20 dilaporkan dilengkapi dengan Saturnus AL-31, mesin jet buatan Rusia yang lebih tua. Jet tempur generasi kelima lainnya, Shenyang J-31, dilengkapi dengan Klimov RD-93. China saat ini sedang mengerjakan mesin jetnya sendiri, turbofan WS-13 Taishan, sebuah turunan dari turbofan Klimov RD-33 Rusia. Baik J-31 dan J-20 konon belum mampu melakukan penerbangan super supersonik super jelajah.

Dari penjelasan di atas diketahui SU-35 China menggunakan mesin AL-117S atau disebut juga AL-41F1S (varian AL-41F1) yang memiliki daya dorong 31,900 lbf.

Daya dorong mesin ini sekitar 16 persen lebih besar dibandingkan mesin AL-31FP (27,700 lbf) yang digunakan oleh Su-27. Umur mesin AL-41F pun bertambah, menjadi 4 000 jam, meski berat dan seluruh dimensinya sama dengan mesin AL-31FP yang digunakan Su-27/Su-30.

Baca juga:  Ini 5 Jet Tempur Pengganti F-5 Tiger TNI AU + Polling

Selain China, India pun mengincar mesin AL-41F yang kini digunakan oleh Su-35. Bahkan prototype Su-57 Rusia yang ada kini juga masih menggunakan mesin varian AL-41F1.

India ingin mendapatkan mesin AL-41F1C untuk mengupgrade mesin pesawat Su-30MKI mereka yang masih menggunakan mesin AL-31FP produksi tahun 2000 dengan daya dorong 27,700 lbf. United Engine Corporation Rusia menyambut positif keinginan India tersebut.

Mesin AL-31FP dan AL-37FU memiliki thrust vectoring, yang pertama digunakan dalam versi Su-30MKI versi Su-30 untuk India & Sukhoi Su-30MKM untuk Malaysia. AL-31FP dapat membelokkan noselnya sampai maksimum ± 15 ° pada kecepatan 30 ° / detik. AL-31FP dibangun di India oleh HAL di fasilitas Koraput berdasarkan perjanjian transfer teknologi yang mendalam.

Mesin yang digunakan Su-35BM, izdeliye 117S (AL-41F1S) merupakan upgrade dari AL-31F yang menggunakan teknologi dari AL-41F. Mesin menghasilkan daya dorong 32.000 lbf di afterburner, dilengkapi dengan diameter kipas berdiameter 3% lebih besar (932 milimeter (36,7 inci) versus 905 milimeter (35,6 inci)), turbin bertekanan tinggi dan bertekanan tinggi, sistem kontrol digital baru, dan memiliki thrust-vectoring nozzles seperti mesin AL-31FP.

Mesin ini akan memiliki daya hidup 4.000 jam. Penerbangan pertama mesin ini selesai dalam Su-35BM pada tanggal 20 Februari 2008. Pada tanggal 9 Agustus 2010, perusahaan berbasis di Ufa UMPO mulai memasok mesin 117S (AL-41F1S) yang ditujukan untuk pejsawat Su-35 BM.

Baca juga:  Beredar Foto Pesawat Hercules Jatuh di Medan

Pesawat Su-35 yang bertenaga mesin 117S berhasil melakukan uji terbang pertamanya. Dalam pengujian yang keras dan ketat tersebut, Kementerian Pertahanan Rusia akhirnya menjadi pelanggan Su-35.

Perbandingan kemampuan mesin Sukhoi Su-35 dengan pesawat tempur generasi kelima F-22 Raptor

F-22 Raptor didorong oleh mesin turbofan F119-PW-100 memberikan tenaga 35,000 lbf masing-masing mesin. Bandingkan dengan mesin Su-35 yang memiliki tenaga 31,900 lbs, untuk masing-masing mesin. Dengan demikian secara tenaga F-22 lebih unggul dari Su-35.

Angkatan Udara Rusia berencana untuk membeli selusin jet tempur siluman Su-57 yang dilengkapi dengan mesin AL-41F1 pada tahun 2019. Itu artinya power dari Su-57 pun belum bisa mengalahkan tenaga F-22 Raptor. Mesin prototype Su-57 saat ini produksi tahun 2010, AL-41F1 (117) dengan daya dorong 33,000 lbf.

Untuk itu Rusia sedang membangun mesin Izdelie-30, yang kabarnya akan memberikan Su-57 daya dorong 39,566 sampai 40.000 lbf afterburning, yang juga akan meningkatkan efisiensi bahan bakar dan kemampuan Su-57. Namun menurut Nationalinterest.org, mesin baru itu diperkirakan siap setelah tahun 2027.

Artikel diambil dari JakartaGreater.com (20/02/2018). Baca juga artikel lainnya.